Jumat, 13 Februari 2015

ISHAK RAHMAN BOUFAKAR : Dari sisi lain " Valentine Day"( Hari Kasih Sayang)


 Kasih sayang itu laksana embun pagi yang yang diutus Sang kekasih(Tuhan)  kepada alam semesta  untuk menghapus dahaga panas (keserakahan,keegoisan,dan maha tau) mahluk ciptaanya. agar ciptaanya pun dapat merasakan idahnya kasih sayang itu... Ishak. r. Boufakar.

Menurut saya Valentine Day harus dipahami sebagai makna kasih sayang bukan bagaimana bentuk kasih sayang yang berbasis kecintaan material semata. makna kasih sayang itu tidak selamanya dipahami sebagai  bentuk kecintaan berbasis materialis,sekularis,atheistik,nihilistic. Tetapi lebih tepatnya pada bagaimana hakikat kecintaan dan kasih sayang itu.

*Sejarah Valentine Day _

Sejarah Valentine Day bukanlah bersumber dari Islam sendiri, tetapi perayaan Valentine Day adalah kepercayaan bangsa romawi sebelum beragama kristen.
Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesolehan( 'dermawan)' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'



·         Kecintaan antara “bentuk” dan “Makna” _

Tujuan mencipta dan menyebar luaskan rasa kasih sayang di persada bumi adalah sebuah cita-cita mulia, agama apapun selalu menyuarakan kasih sayang namun yang menahan kasih sayang itu adalah pengikutnya yang oriatalisme yang paaman agamanya tidak sehat (Sakit jiwa -Psikologi agama).besifat kekanakan dalam memahami persoalan agama.

 menurut saya menyebar luaskan kasih sayang itu  bukan seminit, sehari dan  bahkan setahun tapi lebih tepatnya jika kasih sayang itu tinggal bersama kita, dibumi, benua, kepulauan, daerah, ras,agama dan suku. agar kita dapat mewujudkan senyum kasih sang Nabi sebagai risala sucinya " Rahmatanlilalamin ".


* Kesalahan Paradigma Remaja perayaan Valentine Day _

Mayoritas remaja kita menganggap valentine merupakan budaya moderen dan wajar untuk diikuti. "Mereka memandang apa yang dilakukan oleh orang barat itu merupakan suatu kemajuan, sehingga kalau melakukan itu merasa menjadi orang yang maju,"  remaja yang turut melakukan perayaan valentine adalah mereka yang tidak memiliki filter budaya. Padahal, sejatinya setiap anak harus sudah dibekali pengetahuan, budaya mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk diadopsi.
Dengan kondisi ini maka meniscayakan keikut sertanya dalam ketidak tahuannya (Perayaan).remaja kita menilai kemajuan dari modernitas, seseorang dikatakan maju ketika ia menyesuaikan diri dengan kemauaan modernitas dan meninggalkan apa yang menjadi jatih dirinya, maka pada kondisi tertentu ia kehilangan identitas. Kata Alisyariati “ Aku kehilangan aku dalam diriku “ aku menurutnya tidak lagi sesuai keinginan dan kehendaknya semuanya berubah menjadi keinginan orang lain.dengan kondisi ini orang ramai-ramai telah menanggalkan agama dan budayanya masing-masing dan beralih kiblat kepada modernitas (Ketelanjangan model baru) atau penindasan model baru pada Negara-negara berkembang.

Konklusinya perayaan Valentine Day haruslah dipahami sebagai momentum kasih saying yang harus disebarkan sepanjang hari bukanlah semenit atau sehari saja tetapi kasih sayang itu biarlah melekat dan tinggal bersama kita dalam menata kehidupan yang lebih baik.
Semoga bermanfaat bagi kita semua..
wassalam.

1 komentar:

  1. Banyak yang baru tahu bahwa ‪#‎VDAY‬ berasal dari kebudayaan pagan Romawi | yang memuja kenikmatan badaniyah semisal sex dan nuditas. Asalnya #VDAY adalah perayaan pagan Lupercalia | untuk memuja Lupercus sang dewa kesuburan Romawi | dirayakan 13-18 Feb tiap tahunnya.
    Lupercus dikenal juga Dewa Pan digambarkan berkepala kambing | persis Baphomet sesembahan Yahudi. perayaan Lupercalia selain memuja Dewa Pan (Lupercus) juga sebagai persembahan pada Dewi Juno (Hera) | dewi pernikahan dan kesuburan. karena inti perayaan Lupercalia ini ialah KESUBURAN | maka aktivitas SEX menjadi hidangan utamanya. pada bentuk klasiknya | Lupercalia Festival dilakukan dengan memasang-masangkan lelaki dan wanita | lalu mereka semalaman bercinta. jadi festival Lupercalia (13-18 Feb) ini identik dengan bersenang-senang | ialah mabuk, wanita, dan kenikmatan sex.
    Perayaan ini berlangsung bertahun-tahun | mendarah daging dan sulit dihentikan | hingga Kristen dijadikan agama negara Romawi. pada 496 M Paus Gelasius mengesahkan Lupercalia ini menjadi hari raya gereja | karena tak sanggup menghapuskan tradisi pagan ini. Diperkenalkanlah nama baru Festival Lupercalia, yaitu Valentine's Day | dan dikaranglah cerita St. Valentinus yang mati demi cinta.
    Festival Lupercalia muncul dengan nama baru #VDAY | namun esensi perayaan itu tetap bertahan | KESUBURAN yang dilambangkan dengan sex. baru pada 1969 M gereja kembali melarang perayaan #VDAY | karena dianggap hanya pembenaran dari perayaan Lupercalia. namun telat bagi pengikut Kristiani | cerita St. Valentinus lalu melegenda | dan maksiat mulai dilegalkan #VDAY atas nama cinta.

    BalasHapus