Oleh: Ishak rahman Boufakar
03 12 2013
Malam bergening bersama bau sengat dari sungai kecil yang tak terurus, panasnya kota Daeng tak bisa membedakan antara siang yang terik dan malam yang berembun hanya kipas kecil yang menari terus pada jari-jari yang tak berdosa. Setiap tepisan kipas beriringan dengan keluhan yang tak berirama hanya diam dan tersenyum itulah suguhan awal di kontrakan baruku.tetapi aku masih bersukur walaupun dengan keadaan seperti ini makan bersama seperti keadaan rumahku tak terlewatkan di sini.
03 12 2013
Malam bergening bersama bau sengat dari sungai kecil yang tak terurus, panasnya kota Daeng tak bisa membedakan antara siang yang terik dan malam yang berembun hanya kipas kecil yang menari terus pada jari-jari yang tak berdosa. Setiap tepisan kipas beriringan dengan keluhan yang tak berirama hanya diam dan tersenyum itulah suguhan awal di kontrakan baruku.tetapi aku masih bersukur walaupun dengan keadaan seperti ini makan bersama seperti keadaan rumahku tak terlewatkan di sini.
Inilah makna perantauan yang di pahami oleh mereka anak-anak salah jurusan pada salah satu universitas di kota daeng ini, bahwa besarnya penghuni dompet berbanding lurus dengan asupan protein yang tersedia menghasilkan kemungkinan ketiga dalam prinsip-prinsip logika yakni antara benar-salah dan antara kenyang-lapar tidak menolak satu dan mengabaikan yang lain. Makna perantauan yang ideal adalah kecilnya permintaan kebutuhan berbalik lurus dengan transfer si fulus di ATM_
Perkenalkan, namaku izaac aku adalah mahasiswa transfer dari kampus Merah di city ambon of music ke Salah satu Kampus ternama di kota Daeng tapi, sampai sekarang aku belum di akui sebagai mahasiswa pada kampus tersebut di karenakan Si Dekan jarang ke Kampus.
Episode_ 04 12 2013
03: 31pm
Sederet message terkirim kepada Pak Dekan FISIPOL “ ....Assalamualaikum
Maaf sebelumnya pak, ini saya Mahasiswa Transfer Semestar 7 dari Ambon
Hari Jumat kemarin sempat bertemu dengan pak, kita buat janjin hari sabtu kemarin kita bertemu untuk kesepakatan selanjutnya namun saya sedikit kesibukan jadinya saya mengulurkan sampai hari senin. Tapi hari senin saya ke kampus tetapi tidak bertemu pak dan hari selasanyapun demikian pak....
TriMss_ Mr. Izaac
30 menit kemudia sang dekan tersenyum tipis di balik tirai debuh itu, “ oooh Kita yang tungguh...’’ ‘’ iya pak...” ....”Masuk Kii “
Saya pun di persilahkan menempati ruangannya pak dekan,dialog ringanpun tak ketinggalan setelah pengurusannya kelar saya pun pamit pulang ‘’ kamu kesini besok jam 3 seperti biasanya ‘’ ‘’ siiip pa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar