Jumat, 06 Februari 2015

ISHAK RAHMAN BOUFAKAR : #ISLAM, KETAULADANAN,DAN CINTA DALAM KEBHINEKAAN_

            Akhir dari tujun hidup adalah memperoleh kebahagian. kebahagiaan baik sifatnya semuh maupun sifatnya kekalabadi, masing-masing dari kita memperoleh kebahagian dengan cara dan jalan yang berbeda-beda sesuai  dengan pengalaman dan pengetahuannya.maka jangan heran jika dalam mewujudkan kebahagian tersebut mereka tak segan-segan melakukan hal-hal yang diluar kesadar manusia misalnya;pemakaian narkoba,free seks,dll.ini merupakan kebahagian yamg sifatnya semuh dan sesaat namun bagaimana betuk kebahagian yang sifatnya hakikih itu.?? Apakah dalam menggapai kebahagian itu selalu beriringan degan nilai etika dan estetika??Jika,benar adanya bagaimana kita selayaknya memposisikan nilai etika dan estetika sesuai kadarnya dalam kehidupan ini.
            Islam tak hanya dipandang sebagaiagama samawi yang menyeruhkan pengikutnya semata-mata beribadat kepada Tuhanya tetapi islam adalah jalan hidup (way islife) yang selalu bersandar pada nilai etika dan estetika dalam menggapai kebahagiaan. bukan hanya bahagia saja akan tetapi keselamatan,keselamata yang menjadi pangkal dari tujuan hidup. Sebab islam menurut bahasa arab” Asalam-yuslimu-islaman” yang secara kebahasaan berarti “ menyelamatkan”.islam berati selamat, kedamaian,sentausa,sedangkan  secara syar’I islam berarti berserah diri,tunduk patuh,dengan kesadaran yang tinggi tanpa paksaan.jadi islam itu adalah penyerahan diri secara totalitas kepada Tuhan sang pencipta.

            Islam datang dengan risalah sucinya yakni Rahmatanlilalamin(sebagai rahmat bagi alam semesta),rahmat bukan saja hanya sesama manusia akan tetapi rahmat bagi seluruh alam semesta dan didalamnya terdapat hewan dan tumbu-tumbuhan. Islam menganjurkan kepada pemeluknya menaburkan rasa cinta di atas segalanya,menaburkan kasih sayang, menaburkan perdamaian antara sesama.karena, dengan itu kita telah mewujudkan risalah sucinya Rahmatanlilalamin (rahmat bagi alam semesta).Oleh sebab itu kita dalam hal ini memiliki tanggung jawab yang besar untuk melindungi,memgayomi,menyelamatkan,memberikan rasa aman dan damai bagi siapa saja, tak mengenal bentuk,warta kulit,rambut,jenis kemin, suku, ras, ideology,mazhab bahkan agama tertentu.
      
            Agama selayaknya menjadi tempat bersandar,menjadi landasan dan kiblat bagi setiap pemelukya untuk bartindak ,dan idealnya  agama adalah memberikan rasa aman dan kedamain bagi pemeluknya dalam pergaulan social antara sesama pemeluk dan maupun antara pemeluk agama yang lain. namun membunuh, memfitanah,menghujat, memgkafirkan atara sesama atas dasar agama.agama telah berubah bentuk dari zona ternyaman menjadi boomerang bagi setiap orang, pemeluk-pemeluknya telah beruba dari melindungi menjadi predator-predator  yang kehausan darah.sebab tak sepahaman,tak seideologi,tak semazhab dan tak seagama denganya.


            Isalam bagiku adalah agama cinta,agama kedamaian, agama keadilan,dan agama toleran.bukan islam yang terlihat sekarang yang yang selalu menonjolkan sisi kekerasan, dendam,islam sekarang bersifat agresif dan otoritas.keislaman kita sekarang telah jauh dari apa yang di ajarkan  Nabi Muhammad Saw dan di contohan oleh Ahlulbaitnya, karena mereka adalah sebaik- baik teladan.Nabi Muhammad Saw di utuskan ALLAH SWT  kepada kita lain dan tak bukanadalah memperbaiki ahlak kita,esensi dari peribadatan kita adalah menjaga ahlak kita agar tidak tercemari dari hal-hal yang dosa.dan sebaik-baiknya tauladan adalah Nabi Sallalahu alaihiwasalam,beliau berada pada ahlak yang agung yang dapat diwariskan pada ithrahnya(Ahlulbait)nya.


            Ketauladanan merupakan sikap dan perilaku seseorang yang sengaja ataupun tidak sengaja dilakukan atau dijadikan contoh bagi orang lain yang mengetahuinya dan melihatnya.didalam bahasa arab tauladan adalah Uswatul Hasanah. Uswatul Hasanah merupakan suatu perbuatan baik seseorang yang patuh ditiru atau di ikuti oranglain.memberikan contoh dan panutan yang baik adalah salah satu metode pendidikan terpenting,karena dalam diri ada rasa keinginan tinggi untuk meniruhal-hal baik yang dilakukan orang lain.

            Potensi berbuat baik merupakan fitrah manusia.pada dasarnya manusia cenderung berbuat baik namum hanya saja mereka terpengaru hawa nafsunya sehingga dalam berbuat kebaikan selalu terhalangi.kebutuhan akan sosok yang diteladanan itu perluh dalam suatu peradaban,sebab kebutuhan akan keteladanan sebagai cerminan diri agar dapat kembali kepada fitah semulahnya.Dan orang yang menjadi tauladan harus memenuhi syarat-syarat menjadi tauladan.Lantas apa yang menjadi syarat-syaratmya ketika sesorang atau suatu kelompok menjadi tauladan.bagiku yang pertama dia harus berilmu lebih tinggih,memiliki rasa cinta dan  sikap kebijaksanaan dalam suatu perkara,dapat dipercaya,memiliki ahlak mulia.krateria atau syarat-syaratini melekat pada diri Rasullulah dan itrahnya yang mahsum(suci)dan tersucikan.Adakah diatara kita  ada yang memenuhi syarat-syarat tersebut??saya memiliki keyakinan lebih bahwa kita bisa menjadi tauladan bagi lingkungan social kita asalkan kita selalu tercerahkan  dan terjaga dari segala tidakan kita.

            Sikap dan perilaku kita ternilai baik jika kita tidak terjebak dalam pola pikir dan tindakan yang membuta atas segala hal yang mengatas namakan sesuatu yang tak seharusnya terjadi.sikap dan perilaku kita ternilai santun jika kita memahami akan segala perbedaan walaupun sifatnya prisipil misalnya;perbedaan pendapat,pilihan,pengetahuan,ideology,mazhab dan agama.Perbedaan hal-hal prisipil dalam diri manusia bukanlah sesuatu yang bertantangan seprti kata Karl mark “Pertentangan Kelas atara klas proletar dan klas birjois.akan tetapi berbeda pandangan dunianya saja atau berbeda dalam melihat dan menafsirkan realiats.

Tidak penting apapun agama atau sukumu
Jikakau dapat berbuat sesuatu yang baik bagi banyak orang
Orang tidak lagi bertaya apa agama atau sukumu

                                             “GUS DUR”
      
            Sebaik-baiknya manusia dia yang bermanfaat bagi manusia yang lain,melindungi dan mengayomi yang membutuhkan pertolongan,memberi bagi yang meminta,mejawab kalau ada yang bertanya itulah sebaik-baiknya manusia.
cinta dalam kebhinekaan merupakan sikap kita dalam merespom perbedaan-perbedaan yang prisipil dalam kehidupan social kita. Indonesia adalah negara multi etis,multi agama,multi suku,multi kebudayaan yang kesemuanya terkalaborasi dalam satu jati diri membentuk satu identitas bangsa Indonesia.

            Sikap menghormati antar sesama begitu melekat pada seluruh pemeluk agama-agama yang bersumber satu dari jadi diri  yakni pancasila.pancasila adalah sumber dari tata nilai kehidupan masyarakat senusantara,bhinekaTungga Ika sebagai pengikat kesadaran kehidupan bersama dan cita-cita yangsama dalam menggapai tujuan bersama.
Bagiku perbedaab itu bukandi hilangkan atau di tentangkan tepapi lebih dari memahami perbedaab itu sebab perbedaan itu adalah sesuatu yang indah yang sang desainernya adalah ALLAH AZZAWAZALLA.

                        
Isaac Ell-Rahman Boufakar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar