Diklat Ruangan
H- 1 Minggu 25 Desember 2011
Sang mentari membentang di cakrawala memancarkan sinar-sinar kemasanya
pertanda pagi yang dinanti telah tiba. tepatnya tanggal 25 Desember
2011 adalah hari pertama berlangsungnya Diklat Ruangan, kali ini
sasarannya ARBES ke-7 Diklat ruangan berlangsung.biasanya diklat
ruangan di selenggrakan dalam ruangan tetapi kali ini tidak menutup
kemungkinan kali pertama diklat di selenggarakan di alam terbuka.
Tepatnya pukul 07.00 WIT saya bertolak dari ruma menuju Arbes,
mengigat kantong saya menipis akhirnya jalan kaki adalah pilihan saya,
sebelum berpamitan kami menyiasiapkan alat-alat yang di perlukan pada
saat diklat missal; pulpen, buku tulis, itu yang lebih penting. Syukur
si Nabil serumah dengan saya akhirnya kami menuju arbes bersamaan, dan
tak lupa menggenakan kaos putih sebagai kaos dinas diklat segitulah.
Jarum
jam menunjukan 08.00 WIT setibahnya di jembatan ARBES, terlihat senior
Anti menanti kami, saya dan nabil pun bersalaman dengannya mumpung
kawan-kawan saya yang lain telah ada maka kami pun melanjutkan
perjalanan menujuh Arbes ke-7. Dalam perjalanah menujuh tempat tujuan
terlihat kecapean pada wajah kawan-kawan saya yang cewek namun itu
terlihat sebagai segelintar semanggat yang membakar harapan, dan
akhirnya kami pun tiba. di Arbes ke-7. begItu terkejut saya menatap
keindahan alam yang begitu indah. Seliri angin meniup tubuh saya seakan
terasaan ibarat suguhan angin bak alakadar setibah saya dan kawan. Ini
adalah kali pertama saya menginjak tempat ini, pohon-pohon pun terlihat
sama halnya seakan menunduk memberikan penghormatan kedatangan kami,
beristrahat sejenak kemudian di lanjutkan dengan acara pembukan diklat
yang dihadiri anggota kadal serta SEKUM mewakili KETUM pada saat
memberikan sambutan serta membuka dengan resmi kegiatan diklat tersebut.
Selanjutnya di lanjutkan dengan pemberian materi oleh para
senior,materi yang pertama kami dapat adalah ’’ Kepemimpinan alam
terbukan’’ oleh senior Nuzul.A. Lulang (Galang), jarum jam menjukaan
10.00 WIT materi berlangsung. Kami pun dengan antusias mengikuti materi
tersebut , dimana materi tersebut di maksu agar kita memeliki keteguhan
hati dan mampu mengendalikan diri kita dan orang lain ketika kita di
percayai sebagai seorang pemimpin di tengah lingkungan kita. Metode yang
di pakai system diskusi, dan lebih seruhnya lagi saudara pemateri
memberikan kesempatan bagi kami agar tampil kedepan agar mengusulkan
pendapatnya masing-masing dengan maksud apakah apa yang kita sampaikan
itu dapat mempengaruhi orang lain atau tidak. Dengan keberania dan
semangat yang menggih akhirnya saya tampil ke depan mewakili kawan-Kawan
untuk menyampaikan pendapat saya, dan akhirnya Alhamdulillah apa yang
saya sampaikan di sanggah dengan baik oleh kawan-kawan saya.
Jarum jam menjukan 11.00 WIT materi pun berakhir dan kami pun
beristrahat sejenak memulihkan stamina kami.dalam pengistrahatan kami di
bagi menjadi dua kelompok oleh senior Aulia, dan saya di percaya
memimpin satu kelompok, kami di bagi lima orang satu kelompok karena
jamlah kami saat itu lumayan banyak, totalitas kami berjumlah 12 Calon
anggota namum hanya 10 cang yang hadir saja diataranya, kawan jasjus,
si pinsang (Jiia), Nebi,dan hajar dan yang lain di kelompoknya ipul.
kami di suruh membawa yel-yel masing-masing kelompok oia, saya masi
ingat betul bait-bait..” Tidak ada yang enak, tidak ada yang
nyaman,selain alam terbuka… salam rimba. ‘’sesudahnya itu dilanjutka
dengan materi selanjutnya ‘’Sosiologi pedesaan’’ oleh senior Suharni
materi yang ia sampaikan dengan metodi diskusi, asensi dari materi ini
bagaimana kita mempelajari psikologi masyarakat agar kelat kita terjuna
dalam lingkungan masyarakat kita tidak terkontaminasi,karena kita adalah
bagian dari masyarakat. Materi berlangsung pukul 12.00 WIT dan berakhir
01.00 WIT dan pukul O2.OO di lanjutkan dengan materi yang ketiga ‘’
Teknik surat menyurat “ oleh Senior Aulia Atamimi dan kami pun di latih
menulis surat, materi Berakhir pukul 03.00 WIT akhirnya kami pun
beristrahat sejenak menanti suguhan makana dari para senioritas, yang
menjadi juru masak saat itu dari angkatan Nifsu yaitu senior kiky.
Jarum jam menunjukan 03.30 suguhan makan terlihat tergeleta di atas
bebatuan daun pisang sebagai pengalasnya, do’a pun di terdengan dan
kami pun mulai makan namun yang membuat kami semua tersentak makana yang
kami kunya tidak dapat menelangnya sebab nasinya setengah matang ini
adalah kesalahan juru masak, tapi alhamdulilah kami pun menyelesaikan
makan tersebut. Sesudah makan kami beristrahat sejenak dan kami pun
mengikuti materi yang terakhir karna mengingat diklat ruangan hanya
sehari. Materi yang terakhir adalah “ Manejmen perjalanan” oleh senior
Fandy, materi pun berlangsuna kami pun antusias mengikutinya, asensi
dari materi ini adalah bagaiman perencana kita dalam sebuah perjalan,
misalnya dalam sebuah pendakian yang harus dipersiapkan adalah
logistic, mendeteksi tempat yang di tujuh missal, temperature,
persediaan air,dll. Materi pun di berakhir pukul 05.00WIT
sesudahnya kami pun bersiap kembali keruma masing-masing.
Salam rimba untuk sahabat alam..
Bye-bye….
Diklat Lapangan
Kawanku hari yang kita nantikan telah tiba, terlihat sahabat alam
sebuk menyiapkan logistic persediaan masing-masing tak ketinggal saya
mengambil bagian dalam kesibukan itu. Mumpung dompet saya terlihat
selembar raja dunia tertidur lelap, akhirnya ini adalah saat yang tepat
ia bangun.
Arloji di kamarku yang kusut berdering
tepatnya pukul 07.00WIT, Henphone bergetar terlihat pesan singkat ‘’
posisi..? nak2 su kumpul..BY Abg Galang. Tampa tunggu perintah kebetulan
si ipul di ruma saya juga. Saya, nabil dan ipul melucur ke batu merah
di kediaman senior Aulia untuk menyipkan persediaankami. Kebetulah hari
jumat maka di tundah keberangktanya ba’dah jumat , pukul 16.40 WIT
pekingan sudah siap maka kami berdoa dan melanjutkan perjalana menujuh
terminal angkutan seith. Saya sedikit kesal hanya kami berempat yang
hadir sisanya tidak ikut serta tapi tidak apa-apa dalam hati saya
berkata mungkin kami berempat yang di ilhami untuk kadal saya selalu
percaya itu. Setibahnya di terminal langsung naik angkutan menujuh
seith..
H- 3 Jumat 3O Desember 2011
Roda angkot pun masi berputar kencang kawan saya si jia tertidup lelap
di pundak saya, saya sangat menikmati perjalanan ini sangat
menyenangkan karena ini adalah kali pertama melewati perkampungan ini,
perkampungan ini masi terlihan hijau dengan keanekaragam biomanya. Jarum
jam menjukan 18.56 WIT roda angkot berhenti kawan saya terlihan
terheran lalu ia pun bertanya ‘’ sudah sampai di mana..?? ‘’
kaitetu.’’. saya kaget mendengar jawaban itu.padahal senioritas kami
sudah merancang scenario tersebut , mereka mengiginkan kami traeking
dari kaitetu samapai pantai boyan seith tujuan melati mental dan fisik
,kami pun mengiyakan saja keinginan tersebut sebelum mealnjutkan
perjalanan kami berdoa yang di pimpin saudara korlap Alif. G.Hayoto dan
taklupa kami mengambil dokomentasi, kami pun di damping senior Lasu dan
josan mereka mengatakan kepada kami bahwa inilah materi sosiologi
pedesaan berfungsi dimana kita menjaga wibawah kita serta menghormati
sesama , intinya menyapa siapa saja yang kami melihatnya kami pun
mengiyakan seruan tersebut dan mulailah melanjutkan perjalanan.
Perjalanan yang panjang kami lewati begitu saja, selangkah demi
selangkah kawan saya jia terlihat kecapean kami pun beristahat sejenak
pukul 20.10 WIB kawan saya ipul dan si nabil pun melepaskan beban
kerelnya mumpung kerel hanya dua pasang maka giliran pertama adalah
mereka berdua, perjalana pun berlangsung yang membuat kami tersentak si
korlam meneriakan cengkreng kami pun mengikuti dan menyedihkan lagi
kami di suruh sith up, push up dan skotjam dengan istilah satu set dan
sesudah itu kami di suruh mencium tanah lalu meneriakan ‘’ saya cinta
kadal’’ jujur saya ketika saya meneriakaan itu perasan saya kesal
bercampur bangga, kesal karena beban kerel yang begitu berat dan bangga
karena hanya kami yang di ilhami untuk kadal. Dan yang saya banggah
dari kadal adalah kebersamaanya,kawan teman yang cewek kalau kami
berjalan dimana saja ia tidak bisa di posisi depan dan belakang jikalau
ketahuan maka tidak tau mau berkata apa. system set pun berlangsung
mengiringi perjalana kami. Dalam perjalan kami beristarahat terhitung
tiga kali,dan tepat pukul 22.12 WIT kami pun tiba di lokasi diklat.
Terlihat para senioritas menanti kami dari tadi, teriakan cengkring pun
terdengar kami pun cengkring sejadinya kami di suruh berjejer dan mata
kami pun di ikat keras-keras tujuanya melati filing kami yang pekat
terhadap kegelapan, jujur saya blank pada saat mata saya di ikat yang
menyebalkan lagi kami di suru lapor sampai suara serak ibarat pita suara
kami hamper copot, tapi tidak apa-apa saya menikmatinya kawan, kemudian
dalam keadaan mata tertutup kami berjalan kurang lebih 50 m kemudian
sampai di pos kedua kami di suruh mengikuti apa yang di perintah oleh
senior Aulia dan ada sabuah filosofi yang di lontarkan ‘’ saya
berpikir, saya rasa pasti bisa’’ bagi saya ada makna yan terkandung
dalam filosofi tersebut sehinga saya semakin bersemangat dengan pilihan
saya. Dan kami pun menuju pantai dalam keadaan yang sama, sesampai di
pantai kami pun membuka mata, suasanya nyaman kemudia kami di suruh
membuat bifak untuk peristrahatan kami. bifaknya siap tepat pukul 01.15
WIT, karena kami sedang lapar kami pun di suruh lapor dan siap makan,
kawan yang saya bangga dari kadal adalah kebersamaanya makan yang
pertama kami di suruh suap dan menyuap sesama kawan-kawan saya dan
akhirnya makan pun selesai kami pun membersikan alat makan kami di
sungaI bersama-sama.
Dengan Kondisi tubuh kami saat
itu ibatnya sebelah anggota tubuh sudah di ranjang namun, karena akan di
lanjutkan dengan penyampaian materi ‘’ Sejarah kadal adventure club’’
oleh Senior Aulia kami memaksa mengikutinya tepatnya pukul 02.15 WIT
materi pun bersangsung karena dengan kondisi setengah sadah pemateri
tidak terlalu menyita waktu kami dan akhirnya materi pun selesai pukul
03.00 WIT, kami sangat kelelahan sekali dan harapan kami hanya satu
semoga bunga tidur menghapus kelelahan ini. Hanya keheningaan dan
kedinginan malam menggongong harapan kami..
Salam rimba untuk sahabat alam..
Good night...
H- 2 Sabtu 31 Desember 2011
Dingin yang tajam tertusuk kulit terasa nyeri mati masi tertutup
rapat terdengar teriakan menghalus di telingan tepatnya pukul 06.03 WIT,
teriakan melibihih kedinginan pagi..cang hitungan ke 10 semuanya
berdiri di hadapan para senioritas, tanpa menunggu merinta kami pun
berlari sejadinya menuju para senior. Seperti biasanya ketika kami di
panggil lapor itu tidak bisa di lepas pisahkan dari kami. Kami di suru
berbanjar kemudian lari-lari kecil di lanjutkan dengan senam pagi dalam
menggerakan anggota tubuh kami terasi kaku sebab udaranya dingin
sampai-sampai kami tak mampu menahan gejolak tersebut, senam pun
berakhir kami pun di suru berbalik kiri posisi menghadap air laut kami
di buat terheran-Heran oleh para senior meraka memerika barang-barang
yang anti air dan menyerahkannya kepada mereka, kami pun mulai sadar apa
yang di inginkan. Terdengar suara .. mulai hitungan ke sepuluh semuanya
dalam air dengan posisi hanya kepala saja yang terlihat di atas
permukaan . kawan yang menyedihkan lagi ini adalah kali pertama kami
mengalami hal ini, kawan kami terlihat ibarat masyarakat kita zaman
penjajaha tapi kami selalu menikmati itu menjadi komitmen bersama hanya
demi satu nama cita-cita kawan.kami relah melakukan apa saja walaupun
raga ini di cabik-cabik namun suara komitmen dan selalu siap melebihi
rintangan , tantangan di depan mata. Tangan kami menggegam satu sama
lain mulailah nyayian Indonesia terdengar kaku dari mulut kami yang
tulus , jujur kawan ketika saya menjiwai nyayian itu tak sadar air mata
pun terlinang, dan saya pun bertambah semangat dengan lantunan bait
puisi dari kawan nabil dan saya sendiri ‘’ Di luar sana pasir, di luar
sana debuh, angin bertiup saja lalu terbang, kawan menarilah, dan
teruslah menari hanya kita yang tau karena kita satu’’ kami pun semakin
bersemangat dengan lantunan puisi itu, kemudian kami pun dengan posisi
tiarap di garis pantai merayap kurang lebih sepuluh meter, sang ombak
pun menghempas tubuh kami dan tak ketinggalan sistem set pun di ikut
sertakan kawan tetapi kami selalu menikmati apa yang komitmen bersama
sesudah itu kami pun berjalan mengikuti garis pantai menujuh sungai,
kawan ini adalah kisah yang takan pernah terlupakan, jujur ketika saya
menguras kembali cerita ini dalam laporan ini saya meneteskan air mata
ini adalah pengalaman yang menyedihkan dalam kehidupan saya, jikalau
ada yang menanyakan kejadian yang teristimewa dalam hidup saya, saya
akan menyatakan ketika saya di lahirkan dan ketika saya diklat kadal.
Kami berjalan melewati sungai tubuh kami bergetar tanpa irama karena
kedinginan, kami pun dengan posisi yang sama hanya kepala saja yang
terlihat di atas permukaan air ketika kami di Tanya dingin maka kami
pun di suruh set dengan alasan agar tubuh kami hangat. Dan menyedihkan
lagi ketika kami di Tanya lapar, dengan posisi menggegam tangan dalam
air hanya kepala saja yang kelihatan, mie instan di taburkan dan
terbawa arus air lalu kami di suru buka mulut dan menelan setiap mie
yang terbawa oleh air tampa yang ada yang terlewati, dan kami di suruh
memberikan mie kapada kawa kami dengan mulut Dan menyedihkan lagi
ketika kami di suruh lapor dengan nama lapanga saya lupa dengan nama
lapangan saya ‘’ om ondos’’ dan saya di suruh senior Galang naik di atas
batu yang agak besar lalu melapor sampai-sampai suara saya serak.
Kemudian kami di di perintahkan naik ke atas permukaan lalu berjejer
kemudian para senior menyuruh kami mengofor mie yang kami makan lewat
mulut ini agar kami di lati kebersamaa dan air yang kami kumur-kumur di
masukan ulang ke dalam dan kami di perintakan minum air tersebut.
Saya bangga dengan kawan saya si jia walaupun dengan kondisi sakit
sejadinya ia dengan komitmen menerima semua intruksi dari para senior,
kawan sasarannya adalah kami di lati mental dan fisik kami, kami selalu
percaya bukan mereka yang menyeleksi kami tapi alamlah yang menyeleksi,
jarum jam pun menunjukan 07.00 WIT suguhan kopi hangat pun menghapiri
hanya ini adalah cara yang tepat menghangatkan tubuh kami yang kaku
karena kedinginan kemudian di lanjutkan dengan pemberian materi
‘’Survival’’ oleh senior Aulia, asinsi dari materi ini bagai mana kita
dapat bertahan hidup di alam terbuka materi ini langsung praktek kami
pun mengikuti dengan antusias materi berlangsung hingga akhirnya kami di
suruh mencari makanan yang dapat di makan dan membuat bifak sendiri
serta membuat ranjah agar menagkap hewan untuk persediaan makan di hutan
yang luas.
Praktek pembuatan bifak pun berlangsung
kami saling gotong royong dan takan ada kata lelah sedikitpun dan
akhirnya bifak kami pun selesai, karena kami terlihat lapar kami
bersiap melapor dan siap makan. jarum jam menunjukan pukul 12.50
cicipan alakadar pun selesai dan seperti biasanya membersikan alat makan
kami yang terbuat dari daun pisang. Kemudian kami beristrahat sejenak
kemudian menungguh insrtuksi selanjutnya, kami di kejutkan dengan
intruksi para senior mereka memerintah kami mengikuti senior ama yang
jaraknya 100 m dari kami, ketika kami sampai kemudian melapor tujuan
kami dan siap menerima instruksi selanjutnya ia menyuruh kami set di
tengah garis pantai ini hal yang sangat menyebalkan tapi kami nikmati
saja kemudia kami di perintahmenujuh senior yang lain sama halnya system
set tidak ketinggalan karena kami melakukan kesalahan kami di perintah
cengkeng berlawana arus air ini sangat menyedihkan kemudian kami di di
hukum 40 system set ketika kami tertawa mereka menyuruh kami gigit batu
ini sangat menyedihkan, belumlagi pakaian yang kami genakan berbasahan 2
kali 24 jam kalau tidak salah,karena mereka mengasihani kami, kami pun
berjemuran sejenak dan di lansungkan dengan penyampaian materi ‘’ Rock c
lembing( R.C)’’ oleh senior Santos hinggah pukul 02.00 kami pun
beristrahat sejenak memulihkan stamina kami.
Kami
kembali ke bifak untuk beristrahat, saya terkejuh melihat kedatangan dua
orang teman kami( si jasjus dan ramdan) kami pun menyapa mereka dengan
salam rimba. Kemudian kami di panggil oleh para senior mereka menanyaka
pendapat kami tentang kedatangan kedua teman kami karena dengan jiwa
kebersamaan yang suda tercenang dalam jiwa kami, kami pun menerima
mereka dengan sifat toleran dan mereka pun menerima intruksi dari para
senior dan kami pun memanfaatkan waktu yang luang itu untuk bersantai.
Ketika kedua kawan saya telah mendapat geliran hukumanya kami pun di
panggil bersama membentuk barisan panjang. Lalu kali ini adalah kami
bermain gems yang di panduh oleh senior aulia, bentuk permainanya kami
di suruh menebak kartu poker jikalau ada di antara kami yang benar maka
ia mempunyai hak memberikan hukuman pada kami, dan yang menyebalkan
kawan nabil di perintahkan buka baju setengah, ipul melepaskan baju
semuanya, si jia seperti biasa,ramdan sama seperti ipul, jasjus seperti
nabil sedangkan saya lebih fatal lagi saya di suruh melepaskan celana
dan berdiri di hadapan para senior dengan mengenakan celana dalam dan
pada akhirnya kami semua melepaskan dan kami pun di perintahkan semua
terjun ke air laut tepatnya pukul 07.30 WIT udara nya sangat dingin dan
kami pun seperi biasanya di suruh menyanyikan Indonesia raya di tengah
laut yang suhunya dinggin. Kemudian kami pun di panggil dan
diperintahkan m erendam dalam air kecuali si jia karena kondisinya
kedinginan dan menyedihkan lagi kami pun di perintahkan merayap ke
semak-semak yang gatal kemudian karena si jia kedinginan kami pun
menghangatkanya dengan pelukan dan menyebalkan lagi senior galang
menampar kami dengan sendal eiger samba berkata ‘’ kamu kira pencinta
alam itu gampang ka’’ dengan kata itu kami lebih bersemangat karna bagi
saya hanya kami adalah orang-orang pilihan unuk kadal.
Para
sahabat alam terlihat sibuk ada di antara kami yang berusaha menyalakan
api dalam keadaan kedinginan, si jia terlihar serius mempelajari ulang
materi-materi yang telah kami dapat, dan tak ketingalan si opa cak
berdandang di tengah hutan yang gelap gulita itu. Tepatnya pukul 10.00
WIB mengigat kami sudah lapar kami pun siap lapor untuk makan, begitu
kaget makan yang kami makan terasa asin kami pun makan sejadinya. makan
pun selesai kami pun di suruh kem bali bifak untuk beristrahat mumpung
karena hari ini adalah hari akhir, para senior di kumpulkan oleh SEKUM(
Ka echa) untuk menyusun strategi apa yang kami terima sebentar, karena
dengan keadaan lemas kami pun tak menghiraukan perencanaan strategi
tersebut bagi kami adalah tidur itu lebih penting saat itu.
Salam rimba untuk sahabat alam…
Good night….
H- 1 Minggu 01 Januari 2012
Hujan pun menyertai sang malam yang dingin, para sahabat alam tertidur
lahap di sela-sela rintihan hujan serta udara dingin yang seakan
membatu terdengar suara yang menghalus di balik telingan ..’’ om ondos’’
suara yang taka asin lagi terlihat di depan mata sang korlap yang gagah
pemberani berdiri di hadapan kami. Ini adalah saatnya untuk bereaksi
saya pun mendapan giliran pertama,kata orang pertama itu adalah yamg
terbaik.tepatnya pukul 04.00WIT pakain kebesaran pun saya genakan
walaupun basah kuyup, dalam perjalana menuju pos satu jantung ku
berdetak kencang di tambah dengan dingin yang menjadi dinggin. Kurang
lebih jarak saya dengan pos satu 3 m teriakan cengking pun melibihi
jarak itu saya pun mengikuti dengan teriakan..’’aku cinta kadal’’
berulang-ulang kali, saya tersentak dengan teriakan merayap pakain putih
pun mengalami metamof keabu-Kemerahan sambil meneriakan ‘’aku cinta
kadal’’ merayap sejadinya menjuh arah senioritas kemudian saya di suruh
berdiri dan melapor sampai-sampai pita suara saya putus. Tapi saya
selalu menikmati, kemudian system set pun tak ketinggalan sambil
meneriakan aku cinta kadal. Karena para senior mengetahui saya anak
civitas green black mereka pun menyuruh saya orasi, maklum organisasi
retorika kata mereka dan menyedihkan lagi mereka menyuruh saya merayu
pohon katanya itu seorang cewek cantik. Saya masi menghafal persis wajah
mereka si josan yang galak, si ama terlihat super galak bahkan si ira
tak kala galaknya.karena saya adalah orang pertama mereka tak menyita
waktu saya tapi dengan syarat mereka menitip setangkai bunga agar
memberikan kepada senior nur di pos dua.
Terlepas dari
posnya para super galak saya pun melanjutkan ke pos dua, dalam perjalan
menujuh pos kedua saya di temani sang korlap yang super baik, kurang
lebih jarak saya dengan pos kedua 20 m teriakan cengkreng pun melebihi
jarak tersebut sambil meneriakan ‘’ aku cinta kadal’’ berulang-ulang.
Tibah pos kedua lang melapor sama hal di pos pertama sampai suara saya
serak dan tak lupa system set pun ada di pos kedua kemudian persembahan
bunga pun di terima oleh senior nur, dan ia pun menyuruh saya ke senior
lasu yang posisinya di lemba sungai sya pun di suruh senior lasu duduk
dalam air ia menasehati saya mumpung di pos kedua hukumanya tidak begitu
berat saya pun di suru menujuh pos ketiga sambil meneriakan ‘’aku cinta
kadal’’sampai di pos ketiga.
Begitu hati saya senang
dan bersemangat di pos kedua, kedatangan saya di pos ketiga sangat
menyebalkan karena para senior di pos ini mereka bisa di katakana supur
chuek, ketika saya melapor sampai suara saya yang terdengar kuat bahkan
predator hutan mendengar pun mereka lari tergapa-gapa sedangkan merekan
tak menghiraukan teriakan itu malah bagi mereka teriakan tersebut
menina bobokan mereka, jujur saya sangat kesal dengan perlakuan ini tapi
saya selalu menikmati. Dan akhirnya mereka pun bangun dan mulailah
membuka suara ‘’..haa.. ada tamu..kata senior galang yang super chuek,
..’’ paling mangantu eee.. kata senior aulia… sedangkan senior santos
pura-pura tidur sejadinya. Dan saya pun di suruh masuk kedalam air hanya
kepala yang kelihatan, dalam kedaaan dingin membatu merekan tak
menghiraukan kalau saya dalam air, mereka saling berbincang seakan
melupakan saya dalam air, saya sangat kesal kemudian mereka memanggil
saya naik kemudian mereka menanyakan saya dingin atau tidak, saya
katakana dingin mereka menyuru saya set. Karena sya dingin saya di
persilahkan duduk di hadapan mereka. Yang terkesan di pos ini saya
meneteskan air mata sebelum mereka menyuruh saya menyayikan lagu kasih
ibu, karena bagi saya perjuangan saya begitu sakit dengan kondisi ini
dalam komotmen saya kadal harus menjadi kepunyaanku.karena saya
kedinginan mereka menyuguhkan segelas kopy dan sebatang rokok, saya pun
menikmati pemberian itu dan kini harus melanjutkan ke pos yang terakhir.
Dalam perjalan menujuh pos keempat teriakan ‘’saya cinta kadal’’
menyertai derat langka kaki, setibahnya di pos ini bagi saya inilah pos
yang menyedihkan di antara pos-pos yang ada. Sangat-sangat
memprihatinkan, menyebalkan pokoknya kesemuanya di pos ini. Ketika saya
melapor ibarat merekan tak memiliki telingan saat itu, ucapan salam yang
kami ucapkan kami sendiri yang membalas ucapan tersebut sangat
menyebalkan.di pos ini kami di evaluasi terkait materi yang kami
pelajari, saya di suruh masuk kedalam air hanya kepala yang terlihat di
permukan lalu melapor hingga berkali-kali, dan menyedihkan lagi system
set kali ini dalam air posisi kepala menyentuh dasar air dan tidak di
perkenangkan menguca muka walaupun air masuk ke dalam lubang hidung kami
tidak di perkenangkan menguca sekali pun. Karena senior yahya civitas
green black juga maka saya di perintahkan melafalkan tujuan HMI yang
bukan subtansinya di kadal ini, tapi saya mengikuti instruksi tersebut.
Dan saya pun di suruh orasi dalam air yang takala dinggin itu. Karena
giliran saya telah selesai maka saya di perkenalkan duduk di atas
bebatuan dan saya pun berkesempatan menghangatkan tubuh saya dengan
sebotol cap lang kepunyaan senior Sekum (Elsa) kebetulan berada di
posisi pos ke empat. Saya di suruh menyanyikan lagu kepunyaan semy
krispati menantikan kawan-kawan saya yang lain.
Karena
mumpung kawan-kawan saya semuanya telah ada maka saya pun di
perintahkan bergabung dalam air, tak terlihat si jasju katanya ia
mengundurkan diri di pos pertama. Dalam benak saya berkata mungkin hanya
kami berlima yang di takdirkan untuk kadal.ada sebuah kenangan
menyedihkan yang tak terlupakan dari benak kami yaitu, ketika kawan
saya si jia pinsang kami memikulnya dalam air dengan posisi hanya kepala
saja yang terlihat dan menyebalkan lagi para senior mencoba melepaskan
si jia dari pundak kami, mungkin ini adalah denamika yang sifatnya
senetron, tetapi kami berusaha sekuat tenaga agar ia tidak lepas dari
pundak kami, saya bersedih sampai-sampai meneteskan air mata tak tahan
dengan ucapan kawan saya si opa cak..’’.. woee ini katong pu sudarah..’’
dan tak tertahan lagi amarahnya kawan saya si ipul ..’’ bammmb…’’
namun dapat di cegah oleh para senior. Dan kami pun berusaha
menyembuhkan kawan saya si jia yang pinsang.
Karena kawan saya
telah siuman maka kami pun melangsungkan acara yang teristimewa bagi
saya dan kawan-kawan sahabat alam yang lain yaitu pembayatan. Tepatnya
pukul 06.30 WIT terdengar lantunan lagu salawat badri oleh para senior,
begitu bergetar hati saya mendengar lantunan tersebut sampai-sampai tak
tertahan saya pun meneteskan air mata kebahagiaan. Sang bendera pun
berkibar di tengah kesedihan yang meledak maka pembayatan pun
berlangsung, dan pada hari itu pun kami di kukuhkan menjadi angota kadal
adventure club (KAC) oleh penasehat organisai yaitu senior Aulia dan di
saksikan oleh SEKUM KAC dan para senioritas lainya. Kami pun di beri
selamt bergabung bersama KAC , dengan nama angkatan..’’ BOYAAN SEITH’’.
tepatnya hari Minggu tanggal o1 january 2012 pukul 06.30 WIT bertempat
di pantai boyan, Desa seith kami di bai’at menjadi anggota muda kadal
adventure club.
Salam Rimba untuk Sahabat Alam..!!!