Kasih sayang itu laksana embun pagi yang yang diutus Sang kekasih(Tuhan) kepada alam semesta untuk menghapus dahaga panas (keserakahan,keegoisan,dan maha tau) mahluk ciptaanya. agar ciptaanya pun dapat merasakan idahnya kasih sayang itu... Ishak. r. Boufakar.
Menurut saya Valentine Day harus dipahami
sebagai makna kasih sayang bukan bagaimana bentuk kasih sayang yang berbasis
kecintaan material semata. makna kasih sayang itu tidak selamanya dipahami
sebagai bentuk kecintaan berbasis materialis,sekularis,atheistik,nihilistic.
Tetapi lebih tepatnya pada bagaimana hakikat kecintaan dan kasih sayang itu.
*Sejarah Valentine Day _
Sejarah Valentine Day bukanlah bersumber dari
Islam sendiri, tetapi perayaan Valentine Day adalah kepercayaan bangsa romawi
sebelum beragama kristen.
Valentine sebenarnya adalah seorang martyr
(dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesolehan( 'dermawan)' maka dia
diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine
dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada
waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St.
Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan
dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St.
Valentine sebagai 'upacara keagamaan'
·
Kecintaan antara “bentuk” dan “Makna” _
Tujuan mencipta dan menyebar luaskan rasa
kasih sayang di persada bumi adalah sebuah cita-cita mulia, agama apapun selalu
menyuarakan kasih sayang namun yang menahan kasih sayang itu adalah pengikutnya
yang oriatalisme yang paaman agamanya tidak sehat (Sakit jiwa -Psikologi
agama).besifat kekanakan dalam memahami persoalan agama.
menurut saya menyebar luaskan kasih sayang
itu bukan seminit, sehari dan bahkan setahun tapi lebih tepatnya jika kasih
sayang itu tinggal bersama kita, dibumi, benua, kepulauan, daerah, ras,agama
dan suku. agar kita dapat mewujudkan senyum kasih sang Nabi sebagai risala
sucinya " Rahmatanlilalamin ".
* Kesalahan Paradigma Remaja perayaan
Valentine Day _
Mayoritas remaja kita menganggap valentine
merupakan budaya moderen dan wajar untuk diikuti. "Mereka memandang apa yang
dilakukan oleh orang barat itu merupakan suatu kemajuan, sehingga kalau
melakukan itu merasa menjadi orang yang maju," remaja yang turut melakukan perayaan
valentine adalah mereka yang tidak memiliki filter budaya. Padahal, sejatinya
setiap anak harus sudah dibekali pengetahuan, budaya mana yang baik dan mana
yang tidak baik untuk diadopsi.
Dengan kondisi ini maka
meniscayakan keikut sertanya dalam ketidak tahuannya (Perayaan).remaja kita
menilai kemajuan dari modernitas, seseorang dikatakan maju ketika ia
menyesuaikan diri dengan kemauaan modernitas dan meninggalkan apa yang menjadi
jatih dirinya, maka pada kondisi tertentu ia kehilangan identitas. Kata Alisyariati
“ Aku kehilangan aku dalam diriku “ aku menurutnya tidak lagi sesuai keinginan
dan kehendaknya semuanya berubah menjadi keinginan orang lain.dengan kondisi
ini orang ramai-ramai telah menanggalkan agama dan budayanya masing-masing dan
beralih kiblat kepada modernitas (Ketelanjangan model baru) atau penindasan
model baru pada Negara-negara berkembang.
Konklusinya perayaan Valentine
Day haruslah dipahami sebagai momentum kasih saying yang harus disebarkan sepanjang
hari bukanlah semenit atau sehari saja tetapi kasih sayang itu biarlah melekat
dan tinggal bersama kita dalam menata kehidupan yang lebih baik.
Semoga bermanfaat bagi kita semua..
wassalam.
Banyak yang baru tahu bahwa #VDAY berasal dari kebudayaan pagan Romawi | yang memuja kenikmatan badaniyah semisal sex dan nuditas. Asalnya #VDAY adalah perayaan pagan Lupercalia | untuk memuja Lupercus sang dewa kesuburan Romawi | dirayakan 13-18 Feb tiap tahunnya.
BalasHapusLupercus dikenal juga Dewa Pan digambarkan berkepala kambing | persis Baphomet sesembahan Yahudi. perayaan Lupercalia selain memuja Dewa Pan (Lupercus) juga sebagai persembahan pada Dewi Juno (Hera) | dewi pernikahan dan kesuburan. karena inti perayaan Lupercalia ini ialah KESUBURAN | maka aktivitas SEX menjadi hidangan utamanya. pada bentuk klasiknya | Lupercalia Festival dilakukan dengan memasang-masangkan lelaki dan wanita | lalu mereka semalaman bercinta. jadi festival Lupercalia (13-18 Feb) ini identik dengan bersenang-senang | ialah mabuk, wanita, dan kenikmatan sex.
Perayaan ini berlangsung bertahun-tahun | mendarah daging dan sulit dihentikan | hingga Kristen dijadikan agama negara Romawi. pada 496 M Paus Gelasius mengesahkan Lupercalia ini menjadi hari raya gereja | karena tak sanggup menghapuskan tradisi pagan ini. Diperkenalkanlah nama baru Festival Lupercalia, yaitu Valentine's Day | dan dikaranglah cerita St. Valentinus yang mati demi cinta.
Festival Lupercalia muncul dengan nama baru #VDAY | namun esensi perayaan itu tetap bertahan | KESUBURAN yang dilambangkan dengan sex. baru pada 1969 M gereja kembali melarang perayaan #VDAY | karena dianggap hanya pembenaran dari perayaan Lupercalia. namun telat bagi pengikut Kristiani | cerita St. Valentinus lalu melegenda | dan maksiat mulai dilegalkan #VDAY atas nama cinta.