Jumat, 06 Februari 2015

ISHAK RAHMAN BOUFAKAR : #Skisme dalam Islam _

Segalahhal dimuka bumi ini  masing-masing darikita memiliki tafsiran berbeda  tentangsegalah realitas, baik sifatnya  yangtampak maupun yang sifatnya abstrak.keniscayaan dari segalah realitas selalu menampakantafsiran,prespektif berbeda pada kaca mata sipengindra kesemuanya berpangkalpada bagaimana pahamannya  tentang fundamentalisme dan epistemologi dari objek tersebut.

Berangkatdari pemikiran diatas kita mencoba menafsirkan pandangan tentang problematikaskisme dalam islam. Skisme sendiri bukanlah sebuah fenomena yang menggambarkankondisi keberagamaan dalm islam melaingkan dipredikatkan kepada islam lantarandidalam islam ditemukan juga hal serupa sebagaiman yang tengah berlangsungdalam sejarah dinamika agama-agama didunia ini.

Skisme  merupakan istilah yang terpakai dalammelihat  kemorosotan perbedaan tafsiranhal-hal praktis keagamaan.skisme sendiri pemakaiannya pertama kali terdengar dari kalangan agama  Nasarani di eropa, nasrani terpecah menjadidua katolik dan protestan.proses timbulnya dua aliran dalam agama nasarani inidisebabkan  karena perbedaan penafsiran,sudut padang dalam memahami hal-hal yang prinsip dalam agama.

Lantasapakah skisme juga kita temukan dalam islam??jawabanya ’’ya” didalam islam jugakita dapat menemukan tafsiran berbeda atas hal-hal mendasar dalam sisi praktismisalnya;perbedaan cara pandang dalam masalah fiqih tiap-tiap mahzab,yang padaakhirnya melahirkan praksis yang berbeda-beda pada tiap-tiap mazhab sesuaitafsiran masing-masing.

Perpecahandalam umat islam terjadi pertama kali ketika wafatnya NabiSalaullahualahiwasalam,dari sinilah awal mulah perpecahan umat ini.yangmenjadi latar belakang perpecahan umat adalah siapakah yang pantas penggantiNabiSalaullahualahiwasalam setelahwafat memimpin umat.??berbagai macam penafsiran datang dari berbagai kelompokumat islam tentang siapakah yang lebih berhak menggantikan NabiSalaullahualahiwasalam. Terjadilahsilang pendapat diantara kedua mazhab Syiah dan Sunni asensi dari pergantianini adalah ditunjuk atau dipilih, Syiah berpendapat bahwa yang pantasmenggantikan Nabi Salaullahualahiwasalam adalah  Imam Ali Kwj lewat penunjukan Nabi Salaullahualahiwasalamsecara langsung pada bebagai peristiwa salah satunya adalah peristiwa diSakifa dihadapan ratusan kaum musliminpada saat perayaan haji wadah Nabi.nabi menyampaikan kepada umat muslim saatini bahwa nabi akan menujuk Ali sebagai wali penganti Nabi untuk umat muslimsetelah wafatnya nanti.

sedangkandikalangan ahlul sunni beranggapan bahwa kepemimpima  setelah NabiSalaullahualahiwasalam di serahkan kepada Syahidina Umar lewatpemiliham atau musyawara,Ahlul sunna menyandarkan pendapatnya bahwa “Nabi tidak meninggalkan sesuatu,jikaditinggalkan adalah sadakah” (Hadist ini sifatnya personal sebab hanya abubakar yang mendengar saja.)maka wajar-wajar saja kepada siapa penggantiNabiSalaullahualahiwasalam nanti.
Darisilang pendapat dan perbedaan penafsiran inilah awal terjadi perpecahan didalamumat muslim.lantas timbul pertanyaan logika yg di bangun adalah bagaimanpemimpin yang baik itu antara dipilih atau di tunjuk.syiah berpendapat bahwaditunjuk itulah yang baik karena telah memenuhi syarat-syarat Pemimpin umatmisalkan berimu dan memahami persoalan agama, berilmu dimaksudkan kita dapatbertindak sesuatu pengetahuan kita tentang segalah sesuatu dan sudah tidakdiragukan lagi tentang kemampuan  ImamAli dalam segala hal. Sedangkan ahlul sunni beranggapan bahwa tidak terlalupenting pemimpin itu dia berbuat baik.

Dansetelah wafatnya nabi Salaullahualahiwasalam itrah Suci(ahlul bait)Nabitelahmendapat perlakuan buruk dari para penguasa saat itu misalnya peristiwa Tanah fadaq,Syahiddah Fatimah Az Zahra meminta haknya pada penguasa saat itunamun permintaanya diabaikan lantaran anggapan mereka bahwasanya “Nabi tidak meninggalkan sesuatu,jika menigalkanadalah sadakah”.jangan kita juga menghukumi bahwa Syahiddah Fatimah Az Zahra adalahmatre akan tetapi bentuk perjuangan Syahiddah Fatimah Az Zahra adalah menegakankeadilan.bayangkan saja itrah Suci(Ahlulbait) nabi saja mendapat perlakuaan buruk apa lagi umat yang lain.

Dari sinilah kondisi Islam semakin takstabil ditandai dengan peristiwa-peristiwa yang berlandaskan pada perpecahansemata,Pada abad pertengahan banyak aliran mazhab yang berkembang dalamkalangan muslim namun sampai saat ini hanya tersisa  Empat mazhab besar saja.apa yangmendasar(hadist) menegaskan kepada kita berpegang teguh pada Empat mazhab ini. Agamamemiliki dua sisi satu akademis dan ideologis, dari sisi akademis kita meyakinikayakinan kita benar adanya sedangkan ideologis kita masi mengajak kita dalamhal menyelesaikan persoalan lewat jalan berdiskusi.Apa yang pokok dalamislam,kita masih di diagap muslim jika masih meyakini:Tuhan yg sama, nabi yangsama dyan meyakini hari akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar