Selasa, 31 Maret 2015

TIKET KEMERDEKAAN

Oleh: Ishak Rahman Boufakar.

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziara ke Mekka. Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza, tetapi aku ingin menghabiskan waktuku disisimu sayangku.Soe hok gie

Bait-bait puisi dalam buku “ Catatan seorang sang demostran” yang ditulis oleh Soe hok gie (Gie- sapaannya) atau telah difilmkan dan disaksikan oleh seatero penjuruh nusantara  “Soe hok gie”. Sebuah film yang menggulas secara singkat kehidupan seorang aktivis besar (Razim orde baru- Soeharto) dan tokoh pendiri Mapala fakultas sastar universitas Indonesia. Film tersebut telah menyajikan secara gamlang krakteri idealisme Gie ditengah iklim gelombang orde baru. Pembubaran PKI (Partai komunis Indonesia), Tumbangnya razim orde lama (Ir. Soekarno) dan penurunan  harga sembako (Trisakti). Gie turut mengambil bagian dari protes rakyat terbesar sepanjang sejarah tersebut. Dalam keseharian Soe hok gie. Gie selalu menentang setiap kebijakan pemerintah hingga guru kelasnya yang dinilai bertentangan dengan segala pengetahuannya. Ketika temannya menanyakan alasan kenapa iya terus melawan ? “ Soekarno, Hatta dan Sahril mereka melawan kezaliman dan kesewenang-wenagan para penjajah sehingaa kita merasakan kemerdekaan ini “- Kata “Soe hok gie. “Guru bukanlah dewa yang selalu benar dan murid bukanlah kerbau”. Soe hok gie telah mampu  membukakan mata generasi  kita dari kebutaan dalam melawan kesewenang-wenangan penguasa yang zalim.

Dewasa ini berbagai fenomena yang telah kita saksikan bersama. Ironis dari setiap fenomena   tersebut telah menjadi hukum pengabaian bagi generasi kita. Generasi muda yang menjadi tonggak stafet dari bangsa ini, yang seharusnya memiliki rasa tanggungjawab atas setiap persoalan kebangsaan dan kenegaraan. Malah memilih menjadi penonton di negri sendiri ketimbang melibatkan diri dalam menjawab dan menanggapi segudang persoalan yang tengah dihadapi bangsa ini.
Kondisi bangsa kita ibarat kapal tua yang kebocoran bilik-biliknya, kita generasi muda adalah penambal handal yang setiap saat selalu dibutuhkan untuk menambal setiap bocoran ditengan jalannya kapal. Kebocoran semakin hari semakin meluas hingga melebihi kapasitas penambal. Kebocoran disebabkan  oleh gelombang samudra yang keras menamrak dinding-dinding kapal dan kebocoran yang disebabkan oleh pahatan dari penumpang itu sendiri.

Badai Neoliberalisme mengisyaratkan “hempasan gelombang samudra yang keras” dan Korupsi para pejabat menyisyaratkan “Pahatan penumpang kapal. “ Kekuatan Pahatan membongkar setiap bilik-bilik kapal sehingga penumpang yang lain ikut terhanyut dalam badai samudra yang menakutkan. Korupsi menjadi virus mematikan yang terus menular pada setip abdi-abdi negra  yang serakah, abdi yang tidak memahami hakikat pengabdian dan abdi yang terus meminta tanpa memberi dengan keikhlas untuk bangsa dan negranya.

Globalisasi barat menghendaki setiap orang untuk keluar dari rumahnya, generasi muda disibukan dengan penawaran produk-produk komersial dari media-media barat. Ditangan generasi muda kita bukan lagi buku atau jurnal internasional sebagai tiket kemerdekaan tetapi produk komersial dengan harga melangit. Persaingan kosmetik klas dunia semakin memadati dinding media sosial, Facebook,twitter,BBM(Blackberry messenger),pat dan media yang lain telah difungsikan pada sisi komersial dan hedonism semata. Media yang memiliki peranan penting dalam mentransformasi pengetahuan kepada orang banyak telah disalah fungsikan. Kondisi ini sebagai akibat dari pengadopsian lifestyle barat secara menta-mentah.

Ruang-ruang public semakin sepih, partisipasi intelektual dalam politik semakin minim, kondisi ini yang meniscayakan kualitas kehidupan politik kita tidak berpotensi membangun malah kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyak banyak kita menjumpai.

Pandji Pragiwaksono dalam bukunya “Berani Mengubah. “partisipasi politik menjadi Keharusan semua orang, sebab kenapa. Keputusan-keputusan yang kita jalankan hari ini merupakan setiap putusan politik dihari kemarin.” Oleh sebab itu sifat apatis dan skeptic dalam partisipasi politik seharusnya dihilangkan dan mulailah mengaktualisasikan diri dalam setiap bentuk politik,sebab kenapa. Kita adalah bagian dari pengambilan keputusan tersebut.
Banyak yang bertanya ,setelah nasionalisme, lalu apa. ? Ada orang  yang skeptic bisa menguba Indonesia. Ada yang optimiis. Banyak pemuda yang selalu mempertanyakan kemajuan bangsanya. Padahal, semua sejarah menyatakan bahwa perubahan dibawa oleh pemudanya. Coba lempar pertanyaan ini kepada diri kita sendiri, dan bergeraklah. Sekecil apa pun. Saya memang gerah, dan saya memilih untuk tidak menyerah”. Pandji Pragiwaksono, dalam bukunya “Berani Mengubah.”


Hakikat dari tiket kemerdekaan kita adalah seberapa besar kita membaca, seberapa besar kita memahami dan seberapa besar kita berjuang untuk itu. Membaca harus dibudayakan sejak dini, sebab kenapa. Budaya membaca generasi kita saat ini sangat memprihatinkan. Diperpustakaan kampus, tokoh buku, ruang bedah buku dan gerakan membaca semakin sepih kaulah mudahnya. Kaulah mudahnya sibuk dengan rutinitas perbelanjaan kosmetik, jeans dan kaos. Mereka seakan lupa dengan tanggungjawab intelektual dan sosialny, kamus ilmiah, literatul dan handbook tak lagi memadati meja kamarnya atau lemari-lemari buku diganti menjadi lemari kosmetik.

Tiket kemerdekaan telah tergantikan dengan tiket penindasan ala komersil. Perempuan telah keluar dari rumahnya, bukan menuntuk ilmu tetapi ketempat objek-objek wisata ketelanjangan ala barat. Ketelanjangan sebagai symbol keterbelakangan masyarakat primitive telah diadobsi oleh barat sebagai bentuk modernitas. Menutup aurat (hijab) dinilai sebagai symbol keterbelakangan oleh modernitas barat.

Alisyariati pernah berkata “Aku kehilangan aku dalam diriku, aku yang saat ini bukan lagi aku(bukan lagi kehendak diri sendiri) tetapi akunya modernitas. Menurut Alisyariati : Modernitas merupakan produk barat yang dicoba ditawarkan/dibeli oleh Negara dunia ke-3. Oleh sebab itu apapun kemauan barat para pelanggang di Negara ke-3 harus menurutinya, sebab kenapa. Internalisasi dan transmisi budaya barat telah mendarah daging dalam diri generasi Negara ke-3. Kondisi ini semakin memprihatikan bagi generasi mudadi Negara berkembang dan Negara dunia ke-3 tidak dapat melepaskan diri dari jeratan modernitas barat.

Penjajahan fisik kolonialisme tidak begitu membahayakan dibandingkan transmisi(penyebaran) budaya barat yang anti etika dan rasionnalitas akal sehat. Kondisi ini telah didesain sedemikian rupa dan didukung oleh kekuatan mediannya sehingga memudahkan penyebaran budaya yang menyesatkan seantero penghuni bumi ini. Agama dan etika sebagai basis nilai, barat telah membuang jauh-jauh dua unsur tersebut dalam setiap misinya. Generasi kita tanpa daya penyaringan yang memadai seakan mengadopsi secara menta-mentah setiap budaya barata yang datang. Yang pada akhirnya meniscayakan krisis identitas diri entah laki-laki atau perempuan. Semua orang berlomba-lomba melepaskan ikatan perkawinan dan menghendaki  freeseks. Bagi barat pernikahan atas dasar agama hanya membatasi manusia dari potensi seksualitas dalam dirinya.

Kata Sigmund Freud (Bapak psikologianalisis) bahwa: “Manusia dipengaruhi oleh insting/naluri seksualitas dalam dirinya.” Oleh sebab itu ketika manusia menahan insting seksualitas tersebut maka, dia akan mengalami penyakit kejiwaan. Bagi saya Sigmund telah meletakan misionis modernitas dalam teorinya, diamana menghendaki orang untuk keluar dari nilai-nilai etika,estetika dan rasionalitas (wahyu dan akal). Ketika generasi muda kita tidak menganalisa pendapat ini dengan baik maka akan meniscayakan “Pemakluman dalam bertindak(freeseks).” Budaya barat telah mampu mendobrak benteng pertahanan kita lewat generasi muda. Generasi muda sebagai penentu sebuah peradaban yang beradab yang seharusnya dijaga dan dijernihkan pola pikir dan tingkah lakunya agar tidak tercemari budaya-budaya luar yang merusak.

Mari kita membenahi generasi muda kita menjadi pribadi-pribadi yang memahami hakikat akan tanggungjawabnya.Dan marilah kita merebut tiket kemrdekaan kita, sebab. Ditangan kita cahaya kemrdekaan generasi mendatang dan peradabaan atas nama cinta kebijaksanaan akan bersemi… TERUSLAH BELAJAR SEBAB DENGAN BELAJAR KITA DAPAT MENGGAPAI LANGIT DENGAN IMPIAN KITA.

Semoga bermanfaat untuk kita semua.
#BERSAMBUNG…



Jumat, 13 Februari 2015

ISHAK RAHMAN BOUFAKAR : Dari sisi lain " Valentine Day"( Hari Kasih Sayang)


 Kasih sayang itu laksana embun pagi yang yang diutus Sang kekasih(Tuhan)  kepada alam semesta  untuk menghapus dahaga panas (keserakahan,keegoisan,dan maha tau) mahluk ciptaanya. agar ciptaanya pun dapat merasakan idahnya kasih sayang itu... Ishak. r. Boufakar.

Menurut saya Valentine Day harus dipahami sebagai makna kasih sayang bukan bagaimana bentuk kasih sayang yang berbasis kecintaan material semata. makna kasih sayang itu tidak selamanya dipahami sebagai  bentuk kecintaan berbasis materialis,sekularis,atheistik,nihilistic. Tetapi lebih tepatnya pada bagaimana hakikat kecintaan dan kasih sayang itu.

*Sejarah Valentine Day _

Sejarah Valentine Day bukanlah bersumber dari Islam sendiri, tetapi perayaan Valentine Day adalah kepercayaan bangsa romawi sebelum beragama kristen.
Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesolehan( 'dermawan)' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'



·         Kecintaan antara “bentuk” dan “Makna” _

Tujuan mencipta dan menyebar luaskan rasa kasih sayang di persada bumi adalah sebuah cita-cita mulia, agama apapun selalu menyuarakan kasih sayang namun yang menahan kasih sayang itu adalah pengikutnya yang oriatalisme yang paaman agamanya tidak sehat (Sakit jiwa -Psikologi agama).besifat kekanakan dalam memahami persoalan agama.

 menurut saya menyebar luaskan kasih sayang itu  bukan seminit, sehari dan  bahkan setahun tapi lebih tepatnya jika kasih sayang itu tinggal bersama kita, dibumi, benua, kepulauan, daerah, ras,agama dan suku. agar kita dapat mewujudkan senyum kasih sang Nabi sebagai risala sucinya " Rahmatanlilalamin ".


* Kesalahan Paradigma Remaja perayaan Valentine Day _

Mayoritas remaja kita menganggap valentine merupakan budaya moderen dan wajar untuk diikuti. "Mereka memandang apa yang dilakukan oleh orang barat itu merupakan suatu kemajuan, sehingga kalau melakukan itu merasa menjadi orang yang maju,"  remaja yang turut melakukan perayaan valentine adalah mereka yang tidak memiliki filter budaya. Padahal, sejatinya setiap anak harus sudah dibekali pengetahuan, budaya mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk diadopsi.
Dengan kondisi ini maka meniscayakan keikut sertanya dalam ketidak tahuannya (Perayaan).remaja kita menilai kemajuan dari modernitas, seseorang dikatakan maju ketika ia menyesuaikan diri dengan kemauaan modernitas dan meninggalkan apa yang menjadi jatih dirinya, maka pada kondisi tertentu ia kehilangan identitas. Kata Alisyariati “ Aku kehilangan aku dalam diriku “ aku menurutnya tidak lagi sesuai keinginan dan kehendaknya semuanya berubah menjadi keinginan orang lain.dengan kondisi ini orang ramai-ramai telah menanggalkan agama dan budayanya masing-masing dan beralih kiblat kepada modernitas (Ketelanjangan model baru) atau penindasan model baru pada Negara-negara berkembang.

Konklusinya perayaan Valentine Day haruslah dipahami sebagai momentum kasih saying yang harus disebarkan sepanjang hari bukanlah semenit atau sehari saja tetapi kasih sayang itu biarlah melekat dan tinggal bersama kita dalam menata kehidupan yang lebih baik.
Semoga bermanfaat bagi kita semua..
wassalam.

ISHAK RAHMAN BOUFAKAR: Bagaimana Muslimah yang baik itu ?? -Diskusi:NOVEL “TUHAN IJINKAN AKU MENJADI PELACUR(Karya:Muhidin. M. Dahlan) “


Penyunting : Ishak rahman Boufakar.
Teman diskusi : Ainy Renren.

SINOPSIS NOVEL :
Novel ini menceritakan tentang seorang muslima yang taat Nidah Kirana namanya,aktifitas keseharianya layak muslima taat  pada umumnya.berhijab,tidak meninggalkan sholat,membaca al-qur’an.semakin kecintaanya pada islam ia pun aktif dalam berbagai organisasi islam.namun pada suatu saat Nidah kirana merasah kecewa terhadap islam, kekecewaan itu meniscayakan segalah bentuk ketaatanya selama ini begitu sia-sia bahkan pada titik kulminasinya ia beranggapan bahwa Tuhan telah membohonginya.bentuk akumulasi kekecewaanya ini ia melalukan hal-halnya bertentangan dengan islam, ia mulai merokok,minum minuman beralkahol sampai pada seks bebas.motifasi dari aktifitas ini sebagai bentuk pemberontakan terhadap Tuhan.menurutnya demensi lahiriah tidak menjamin sifat asli seseorang sebab kenapa laki-laki yang pernah menidurinya adalah orang-orang yang terhormat(Ustad,seniman,aktifis islam)baginya cinta dan pernikahan menjadi nihil.dengan perasaan kecewa,marah dan kesal ia berusaha mengumpulkan dalil-dalil untuk pembenaran tindakanya.
Konklusi dari kisah ini adalah bagi saya Nidah kirana adalah  sosok yang berani,ia telah berani dalam memilih jalan yang ia dambakan.dia berani mentaati segalah peraturan sang iblis penuh dengan kesetiaanya.bagi saya kesetiaan dan keberanian  inilah yang patut kita contohkan  atas apa yang menjadi kecintaan kita,jika Tuhan adalah pangkal kecintaan kita maka konsekuensi bagi para pecinta adalah pengakuan akan kesempurnaan dan melebur didalamnya.
Dari kisah diatas dapat saya Sederhanakan kedalam topic diskukusi bersama AINY RENREN_ via BBM(BlackBerry Messenger),yaitu: “Bagaimana menjadi muslima yang baik itu”



# BAGAIMANA MENJADI MUSLIMA YANG BAIK ITU ?
AINY RENREN : Menjadi muslima yang baik itu sulit,kenapa sulit kerana banyak aturanya.sulitnya semisal perempuan harus menundukan penglihatanya,keharusan berpakaian longgar,berhijab dengan ukuran yang besar dan tidak di perbolehkan keluar rumah.dengan aturan semacam ini pada zaman sekarang  kita jarang menemukan perempuan yang benar-benar sholeha.

ISAAC BOUFAKAR : Siapa yang memiliki otoritas menentukan aturan bagi perempuan dalam berperilaku semisal diatas. Jika jawabannya adalah Tuhan, lantas pertanyaanya kemudian apakah setiap aturan yang bersumber dari Tuhan itu semua sifatnya baik atau buruk.? bagi saya semua hal dari TUHAN adalah baik bergantung kepada bagaiman kita memahami kebijaksanaan Tuhan.

AINY RENREN : Ya.. Jelasnya itu perintah Tuhan ! bagi saya aturan itu sifatnya baik,tapi realitasnya ketika perempuan memegang teguh kepada aturan  tersebut ia malah dikecewakan. misalnya pada kisah diatas.

ISAAC BOUFAKAR : Pertanyaanya kemudian kenapa perempuan diperintahkan menutup autratnya(Berhijab), menjaga pandanganya,menjaga kesucian dirinya dan lebih baik diruma dari pada keluar rumah.?
Rasionalitas dari hal-hal diatas  adalah: yang pertama “kenapa perempuan diperintahkan menutup auratnya”– dalam pembahasan Filsafat Hijab(Jilbab) “bahwa perempuan mengejar hatinya sedangkan laki-laki mengejar tubuhnya “ oleh kerena itu perempuan diperintahkan menutup auratnya agar ia dapat mengantisipasi kekejaman dan perlakuan buruk dari sifat maskulin( laki-laki)
Jika perempuan (Adik Khusnya) mau tau kenapa setiap aturan (menutup auratnya) itu terkhusus bagi kalian. maka secara sadarnya adalah setiap aturan(Hukum) yang dilimpahkan kepada perempuan dalam kehidupan sosialnya  itu semata-mata sebagai pelindung dari agama(Tuhan) untuk melindungi perempuan pada wilayah material dari sifat maskulin(laki-laki) yang lebih dominan menagkap esensi dari sesuatu yang diindrai. misalnya imajinasi seksual itu  begitu potensial pada akalnya ketika mengkonsepsikan atau melihat secara langsung  perempuan yang tak menutupi auratnya (You Can see),jadi aturan itu janganlah dipahami sebagai sikap pengkekangan dari Tuhan terhadap perempuan.
Dalam kajian kesmologi perempuan prespektif islam,kita dapat memahami bahwa  islam adalah suatu agama yang lengkap dengan aturan-aturan meskipun dalam hal kecil misalnya kesucian diri(Thaharah). sederhananya bahwa perempuan dalam islam mendapat perhatian khusus, jika kita mempelajari al-qur’an maka kita akan menemukan banyak ayat dalam al-qur’an yang membicarakan persoalan kekhususan aturan perempuan dibandingkan persoalan laki-laki.dalam islam laki-laki jika ia keluar rumah tidak ada kewajiban dalam memintah persetujuan istrinya tapi sebaliknya perempuan  jika ia keluar rumah maka keharusan meminta izin dari suaminya  sebab kenapa untuk memastikan istrinya dalam keadaan yang baik. hal ini menandakan bahwa secara materil(Hukum) islam melindungi perempuan dibandingkan laki-laki,makanya tidak adil jika  perempuan beranggapan bahwa Tuhan (agama) telah mengkekang hak-hak perempuan dalam persoalan dimensi kehidupanya.
Dan yang kedua “Kenapa perempuan dilarang keluar rumah ?”
Ketika anda membaca buku Filsafat perempuan  dalam Islam karya Murthada Muthahhari dan buku Risalah hak-hak perempuan karya Prof.S.M. Khamenei. Kita akan menemukan penjelasan detail mengenai tafsiran  al-qur’an surah: Ath-Thalaq: 2
 “ janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah  dan janganlah mereka(diizinkan) keluar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan kejih yang terang “
 tafsiran ini berbeda dengan  sebagian besar ulamah dalam menafsirkan maksud dari ayat tersebut.
Hal ini meniscayakan sebagian besar laki-laki masih memiliki pemahaman keliruh dalam memperlakukan anak perempuan,sodarah perempuan dan bahkan istri-istri mereka. sehingga perempuan dalam kondisi ini merasa tertekan,teralinalis dalam pangkuan agama(Tuhan)sekalipun. tapi bagi saya lebih jelasnya ayat ini adalah bentuk perlindungan bagi perempuan juga,kenapa demikian sebab.islam secara rasional menjunjung keslamatan serta perlindungan terhadap perempuan dalam keadaan apapun.bagi saya pelarangan perempuan keluar rumah semata-mata sebagai bentuk perlindungan agar perempuan tetap terjaga keselamatan dan kesuciaannya. perempuan juga pada kondisi tertentu tidak bisa dibatasi haknya layaknya laki-laki sebab kenapa pada hakikat perempuan juga memiliki kewajiban yang sama menata dan menciptakan peradabaan umat manusia yang lebih baik.seharusnya perempuan dipastikan keluar dari rumahnya semata-mata demi hal-hal yang positif misalnya ia menjadi seorang docter,guru,dosen dan direktur yang memiliki fungsi dan tanggung jawab yang sama dengan laki-laki,dan jika sebaliknya ketika ia keluar rumah semata-mata hal yang negative maka sebaiknya ia didalam rumah saja itu lebih baik jika ia diijinkan keluar rumah.

AINY RENREN : Menurut Kaka (Anda) lebih menyukai perempuan yang berijab ukurannya besar atau menyukai perempuan dengan celana jeans. “behijab ukuran besar” tapi konsekuensinya jodoh menjauh  atau  jika berjodoh hanya  dengan ustad –tapi ustdnya juga kalau sunah-sunahnya banyak maka dalil-dalil poligami begitu menguat dan pada akhirnya meniscayakan “Dimaduh” atau bosan dan melepaskan istrinya.

ISAAC BOUFAKAR : Bagi saya ada kesalahan paradigmatis dalam konteks  ini, menurut saya kita terlebih awal menjernihkan pemikiran tersebut agar orang-orang tidak bias dalam menghukumi hukum Tuhan sebagai sesuatu yang jahat.
Bagi saya motivasi orang dalam  mencintai atau dalam konteks ini memilih pasangan hidup perempuan yang berhijab besar atau perempuan tak menutup auratnya(you can see) itu berbeda-beda orang berbeda motivasihnya.
Saya dalam hal ini tidak meghukumi salah orang yang mimilih pasangan yang tak menutup auratnya tetapi yang saya menyalahi adalah bagaimana cara pandang dia dalam memilih pasang tersebut.dalam doktrin epistemology(Konsep pengetahuan)  lebih jelas bahwa epistemology membentuk pandangan dunia(bagaimana cara pandang kita tentang Tuhan,Manusia dan Alam) dan dari pandangan dunia ini maka terbentuklah ideology(sisi praktiknya)bagaimana bertindak sesuai cara pandangnya itu.
Makanya jangan heran orang-orang dalam memilih pasangan hidup mereka lebih suka pada dimensi eksotorik(bentuk matiril:Kulit putih,tinggih,body gitar spayol,seksualitas)tetapi tidak semata-mata pada hakikat dari bentuk kecintaan itu.makanya perempuan juga keliru dalam pemahaman dan menggeneralkan bahwa laki-laki itu semuanya sama dalam memilih pasangan lebih mengutamakan dimensi eksotorik(bentuk matiril:Kulit putih,tinggih,body gitar spayol,seksualitas) dan kekeliruan laki-laki dan perempuan juga bahwa memilih pasangan hidup dengan perempuan yang berhijab atau laki-laki yang alim itu adalah tidak canggi ini adalah pemikiran yang salah.
Menurut saya menjadi wanita muslima yang baik itu bukan bagaimana menyiapkan hijab yang banyak dengan ukuran besar, mengurung diri dari lingkungan social, memandang wanita lain yang berbedah dengan sebagai “Kafir/pemaksiat” atau membatasi dirinya dari ruang-ruang pablik (Majlis ilmu,Parlemen,ekonomi dan social). Penilaian inilah yang masih melekat pada sebagian besar saudarah-saudarah kita yang muslimah.
Dan lebih lagi mayoritas orang tua kita diseantero nusantara ini,menilai kesholehan dan sholeha dari demensi eksitorik (Tampilan luarnya) kontruksi nilai ini telah melekat dalam lingkungan dan relasi sosialnya. Sehingga meniscayakan orang yang tampilan fisiknya tidak sesuai dengan bagaimana tampilan kesholehan yang dipahami mereka tidak menyetujuinya ketika mendekati anak atau saudara-saudarahnya. Bagi saya inilah kesalahan paradigmatic dalam penilaian, kalau saya dapat katakana masyarakat kita lebih menangkap “bentuk” dari pada “Makna”. Inilah kecenderungan penilaian yang matrial  sekali.
Kembali kepada persoalan wanita muslima_ketika kita membaca novel diatas maka dapat menyimpulkan bahwa tokoh aku (Nidah Kirana) yang pada mulanya dia adalah seorang muslima yang taat, namun pada suatu saat dimana dia mendapat ngoncangan keras dalam kehidupanya. Dengan kondisi ini meniscayakan  ketidak seimbangan diri maka dia memutuskan menjadi seorang pelacur yang pada dasarnya dari sisi etika, estetika dan logika bertentangan dengan islam itu sendiri.
Nah.. timbul pertanyaannya kemudian “kenapa Nidah kirana berperilaku seperti itu.?” Menurut saya, saya tidak dapat menghukimi “salah” tindakannya menjadi pelacur. Tapi yang saya nilai salah itu pada pandangannya tentang bagaimana  menjadi seorang muslimah yang sebaik-baiknya,  bagi saya Nidah tidak mamahami betul apa yang menjadi hakikat dari muslimah itu. Kenapa demikian dia memahami menjadi seorang muslimah itu adalah keterpaksaan dari suatu kewajiban bukan atas dasar kecintaan.
Kata Ustad Mifta Rahmat dalam ceram Asyurah Imam Husain as. Ada dua ciri orang menjalankan perintah Tuhan: yang pertama mereka menjalankan perintah Tuhan karena mengharapkan Surga dan takut akan neraka dan yang kedua adalah mereka yang menjalani perintah Tuhan karena kecintaannya terhadap Tuhan. Pada kondisi ini kita menjalani perintah tuhan atas dasar keterpaksaan atau mengharapkan sesuatu bukan penyerahan secara totalitas kepada-Nya. Sehingga di dalam perjalanan ketaatan kita, ketika kita dihadapkan dengan kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan maka dengan sendirinya kita dapat mengabaikan apa yang dapat kita kerjakan. Tetapi sebaliknya jika ketaatan kita berdasarkan atas kecintaan maka kita dengan ikhlas menjalaninya, hanya pecinta yang dapat memahami kekasihnya.
Kata Ustd A. M.Safwan pada kajian Kosmologi perempuan dalam islam, “Jika kalian memiliki anak dan mengenalkannya pada Tuhan maka yang paling terutama diajarkan adalah “Kecintaan” barulah hukum-hukum. Agar ia dapat menjalani perintah Tuhannya dangan kecintaan bukan atas dasar keterpaksaan.
Imanuel khant dalam pembahasan moralitasnya : Tindakan yang terkesan baik bisa bergeser secara moral apabila dilakukan berdasarkan rasa kewajiban melaingkan pamrih yang dihasilkan, tetapi perbuatan ternilai baik apabila dilakukan semata-mata hormat hokum moral, itulah kewajiban.”
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua…
Wassalam.

BERSAMBUNG….







Jumat, 06 Februari 2015

ISHAK RAHMAN BOUFAKAR : #Episode 1_ Pengakuaan

Oleh: Ishak rahman Boufakar
03 12 2013


Malam bergening bersama bau sengat dari sungai kecil yang tak terurus, panasnya kota Daeng tak bisa membedakan antara siang yang terik dan malam yang berembun hanya kipas kecil yang menari terus pada jari-jari yang tak berdosa. Setiap tepisan kipas beriringan dengan keluhan yang tak berirama hanya diam dan tersenyum itulah suguhan awal di kontrakan baruku.tetapi aku masih bersukur walaupun dengan keadaan seperti ini makan bersama seperti keadaan rumahku tak terlewatkan di sini.

Inilah makna perantauan yang di pahami oleh mereka anak-anak salah jurusan pada salah satu universitas di kota daeng ini, bahwa besarnya penghuni dompet berbanding lurus dengan asupan protein yang tersedia menghasilkan kemungkinan ketiga dalam prinsip-prinsip logika yakni antara benar-salah dan antara kenyang-lapar tidak menolak satu dan mengabaikan yang lain. Makna perantauan yang ideal adalah kecilnya permintaan kebutuhan berbalik lurus dengan transfer si fulus di ATM_
Perkenalkan, namaku izaac aku adalah mahasiswa transfer dari kampus Merah di city ambon of music ke Salah satu Kampus ternama di kota Daeng tapi, sampai sekarang aku belum di akui sebagai mahasiswa pada kampus tersebut di karenakan Si Dekan jarang ke Kampus.

Episode_ 04 12 2013
03: 31pm
Sederet message terkirim kepada Pak Dekan FISIPOL  “ ....Assalamualaikum
Maaf sebelumnya pak, ini saya Mahasiswa Transfer Semestar 7 dari Ambon
Hari Jumat kemarin sempat bertemu dengan pak, kita buat janjin hari sabtu kemarin kita bertemu untuk kesepakatan selanjutnya namun saya sedikit kesibukan jadinya saya mengulurkan sampai hari senin. Tapi hari senin saya ke kampus tetapi tidak bertemu pak dan hari selasanyapun demikian pak....

TriMss_ Mr. Izaac
30 menit kemudia sang dekan tersenyum tipis di balik tirai debuh itu, “ oooh Kita yang tungguh...’’ ‘’ iya pak...” ....”Masuk Kii “
Saya pun di persilahkan menempati ruangannya pak dekan,dialog ringanpun tak ketinggalan setelah pengurusannya kelar saya pun pamit pulang ‘’ kamu kesini besok jam 3 seperti biasanya ‘’ ‘’ siiip pa

ISHAK RAHMAN BOUFAKAR: # Keberagaman Yang Mendewasakan

Salah satu perkembangan memprihatinkan pada masyarakat Islam Indonesia belakangan ini adalah makin kuatnya kecenderungan kebincian terhadap kelompok-kelompok yang dianggap berbeda dalam paham keagamaan. Tindakan tersebut dinilai sebagai sikap ketidak dewasaannya dalam menanggapi dan menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapinya.

Kita telah berani menghukumi keberagaman sebagai sesuatu yang sifatnya selalu buruk dipandang dan meski harus dihilangkan atau ditentang eksistensinya.namun kita tidak menyadari bahwa keberagaman itu merupakan sebuah kondisi yang jika kita menanggapi secara bijaksana maka kita ternilai sebagai pribadi-pribadi yang terbaik yang jauh memahami akan segala hakikat keadilan Tuhan Yang Maha Esa.
Keberagaman adalah sikap kita mengaktualkan segala pengetahuan kita kepada orang lain,baik antara kelompok kitu sendiri atau sesama mazhab dan bahkan terhadap mazhab lain sebagai sikap dari bentuk penghormatan. Dalam melihat fenomena yang terjadi ada 3 aspek yang menjadi alternative dalam menanggapi keberagaman menjadi sesuatu yang mendewasakan  kita yaitu;
 Non sectarian ; mampuh mengarahkan kita pada bagaimana menjalin hubungan social kita dengan baik.non sectarian sendiri tidak membatasi hubungan kita sesama agama atau mazhab tertentu saja melaingkan kepada siapa saja dan apa yang menjadi mazhab atau agamanya agar dapat tercipta hubungan social kita yang harmonis.
Mendahulukan akhlak diatas fiqih;pada wilaya ini kita digiring agar berperilaku  yang baik, kita menciptakan lingkungan  yang tidak hanya berfokus pada wilaya fikih(keshalihan beribada) saja tetapi yang terpenting adalah membetuk ahlak mulia yang dapat menyenangkan orang lain.  Dan tidak lagi mengusik atau menggangu  orang lain yang  secara psikologis terbebani.
 Pluralitas  dalam timbagan ;apa garansi keselamat seseorang? Dan bagaimana ukuran kebaikannya sebagai konsekwensi keselamatan pada skatologi nanti? Kita tak memiliki hak progratif dalam menghukumi atau menjastifikasi seseorang dari keselamatan dan kebenaran.

Menurut Erich fromm pola kehidupan ada dua;
Modus Having; Segala sesuatu berpusat pada dia. kebahagiaan seseorang dapat diukur yang dia miliki.
Modus be caming; kebahagian aku adalah kebahagiaan orang lain,bukan parsial(hanya satu golongan).



Sedangkan menurut Martin Buber;
I –it ;Memanfaatkan artinya padahal-hal tertentu saja.
It do ;Selalu sama artinya dalam kondisi tertentu selalu bersama.
Pada wilaya non sectarian mendahulukan ahlak di atas fiqih,non sectarian selalu berbicara dalam persoalan hubunganyang sifatnya internal antara sesama dalam suatu mazhab tertentu saja.non sectarian mampu melepaskan keyakinan tertentu demi menjaga hubungan social dengan baik dan juga merupakan sikap penghormatan kita atas suatu kondisi.pada wilaya interaksi non sectarian memilih berkorbana demi demi kebaikan.

Pluralisme -berhunungan dengankeselamatan diakhirat, ada dua prinsip pluralisme;
1.   Context ofjustifications; berhubungan dengan kebenaran
·      # Setia pagama berbeda
        # Kebenaran suatu agama bergantung pada pemeluknya
        # Tidakboleh menilai kebenaran dan kesalahan agama orang dari sudut pandang kita.

 2.context of Salvasing;Mengarahkan pada keselamatan akhira
·        Eksklusifisme ;yang salah dalam penilaia
n dari CJ(Context ofjustifications) maka salah juga dalam CS(context  of Salvasing).
·        Inklusifisme; yang salah dalam penilain CJ juga bisa langsung CS tetapi ada pengecualian.
Pluralism kebenaran tidak berbanding lurus dengan kesalahan,bukan bergantung pada agama tetapi berdasarkan tolak ukur,tolak ukur yang disepakati oleh semua agama.Adatiga tolak ukar;
                                             I.       Bertuhan
                                              II.       Berimankepada hari pemnalasan
                                              III.       Berbuatbaik(Tolak ukur yang utama)
Kenapa pluralism susah diterima sebahagian orang disebabkan karena politik identitas.politik identitas dimaksudkan kita selalu beranggapan kita sajalah yang terbaik dan bukan dari kelompok kita tidak benar adanya.nonsektarian dapat terwujud diantara kita jika kita pekah terhadap;persatuan,social politik dan selalu mendahulukan ahlak diatas segalanya.

                           

ISHAK RAHMAN BOUFAKAR : #Skisme dalam Islam _

Segalahhal dimuka bumi ini  masing-masing darikita memiliki tafsiran berbeda  tentangsegalah realitas, baik sifatnya  yangtampak maupun yang sifatnya abstrak.keniscayaan dari segalah realitas selalu menampakantafsiran,prespektif berbeda pada kaca mata sipengindra kesemuanya berpangkalpada bagaimana pahamannya  tentang fundamentalisme dan epistemologi dari objek tersebut.

Berangkatdari pemikiran diatas kita mencoba menafsirkan pandangan tentang problematikaskisme dalam islam. Skisme sendiri bukanlah sebuah fenomena yang menggambarkankondisi keberagamaan dalm islam melaingkan dipredikatkan kepada islam lantarandidalam islam ditemukan juga hal serupa sebagaiman yang tengah berlangsungdalam sejarah dinamika agama-agama didunia ini.

Skisme  merupakan istilah yang terpakai dalammelihat  kemorosotan perbedaan tafsiranhal-hal praktis keagamaan.skisme sendiri pemakaiannya pertama kali terdengar dari kalangan agama  Nasarani di eropa, nasrani terpecah menjadidua katolik dan protestan.proses timbulnya dua aliran dalam agama nasarani inidisebabkan  karena perbedaan penafsiran,sudut padang dalam memahami hal-hal yang prinsip dalam agama.

Lantasapakah skisme juga kita temukan dalam islam??jawabanya ’’ya” didalam islam jugakita dapat menemukan tafsiran berbeda atas hal-hal mendasar dalam sisi praktismisalnya;perbedaan cara pandang dalam masalah fiqih tiap-tiap mahzab,yang padaakhirnya melahirkan praksis yang berbeda-beda pada tiap-tiap mazhab sesuaitafsiran masing-masing.

Perpecahandalam umat islam terjadi pertama kali ketika wafatnya NabiSalaullahualahiwasalam,dari sinilah awal mulah perpecahan umat ini.yangmenjadi latar belakang perpecahan umat adalah siapakah yang pantas penggantiNabiSalaullahualahiwasalam setelahwafat memimpin umat.??berbagai macam penafsiran datang dari berbagai kelompokumat islam tentang siapakah yang lebih berhak menggantikan NabiSalaullahualahiwasalam. Terjadilahsilang pendapat diantara kedua mazhab Syiah dan Sunni asensi dari pergantianini adalah ditunjuk atau dipilih, Syiah berpendapat bahwa yang pantasmenggantikan Nabi Salaullahualahiwasalam adalah  Imam Ali Kwj lewat penunjukan Nabi Salaullahualahiwasalamsecara langsung pada bebagai peristiwa salah satunya adalah peristiwa diSakifa dihadapan ratusan kaum musliminpada saat perayaan haji wadah Nabi.nabi menyampaikan kepada umat muslim saatini bahwa nabi akan menujuk Ali sebagai wali penganti Nabi untuk umat muslimsetelah wafatnya nanti.

sedangkandikalangan ahlul sunni beranggapan bahwa kepemimpima  setelah NabiSalaullahualahiwasalam di serahkan kepada Syahidina Umar lewatpemiliham atau musyawara,Ahlul sunna menyandarkan pendapatnya bahwa “Nabi tidak meninggalkan sesuatu,jikaditinggalkan adalah sadakah” (Hadist ini sifatnya personal sebab hanya abubakar yang mendengar saja.)maka wajar-wajar saja kepada siapa penggantiNabiSalaullahualahiwasalam nanti.
Darisilang pendapat dan perbedaan penafsiran inilah awal terjadi perpecahan didalamumat muslim.lantas timbul pertanyaan logika yg di bangun adalah bagaimanpemimpin yang baik itu antara dipilih atau di tunjuk.syiah berpendapat bahwaditunjuk itulah yang baik karena telah memenuhi syarat-syarat Pemimpin umatmisalkan berimu dan memahami persoalan agama, berilmu dimaksudkan kita dapatbertindak sesuatu pengetahuan kita tentang segalah sesuatu dan sudah tidakdiragukan lagi tentang kemampuan  ImamAli dalam segala hal. Sedangkan ahlul sunni beranggapan bahwa tidak terlalupenting pemimpin itu dia berbuat baik.

Dansetelah wafatnya nabi Salaullahualahiwasalam itrah Suci(ahlul bait)Nabitelahmendapat perlakuan buruk dari para penguasa saat itu misalnya peristiwa Tanah fadaq,Syahiddah Fatimah Az Zahra meminta haknya pada penguasa saat itunamun permintaanya diabaikan lantaran anggapan mereka bahwasanya “Nabi tidak meninggalkan sesuatu,jika menigalkanadalah sadakah”.jangan kita juga menghukumi bahwa Syahiddah Fatimah Az Zahra adalahmatre akan tetapi bentuk perjuangan Syahiddah Fatimah Az Zahra adalah menegakankeadilan.bayangkan saja itrah Suci(Ahlulbait) nabi saja mendapat perlakuaan buruk apa lagi umat yang lain.

Dari sinilah kondisi Islam semakin takstabil ditandai dengan peristiwa-peristiwa yang berlandaskan pada perpecahansemata,Pada abad pertengahan banyak aliran mazhab yang berkembang dalamkalangan muslim namun sampai saat ini hanya tersisa  Empat mazhab besar saja.apa yangmendasar(hadist) menegaskan kepada kita berpegang teguh pada Empat mazhab ini. Agamamemiliki dua sisi satu akademis dan ideologis, dari sisi akademis kita meyakinikayakinan kita benar adanya sedangkan ideologis kita masi mengajak kita dalamhal menyelesaikan persoalan lewat jalan berdiskusi.Apa yang pokok dalamislam,kita masih di diagap muslim jika masih meyakini:Tuhan yg sama, nabi yangsama dyan meyakini hari akhir.

ISHAK RAHMAN BOUFAKAR : #ISLAM, KETAULADANAN,DAN CINTA DALAM KEBHINEKAAN_

            Akhir dari tujun hidup adalah memperoleh kebahagian. kebahagiaan baik sifatnya semuh maupun sifatnya kekalabadi, masing-masing dari kita memperoleh kebahagian dengan cara dan jalan yang berbeda-beda sesuai  dengan pengalaman dan pengetahuannya.maka jangan heran jika dalam mewujudkan kebahagian tersebut mereka tak segan-segan melakukan hal-hal yang diluar kesadar manusia misalnya;pemakaian narkoba,free seks,dll.ini merupakan kebahagian yamg sifatnya semuh dan sesaat namun bagaimana betuk kebahagian yang sifatnya hakikih itu.?? Apakah dalam menggapai kebahagian itu selalu beriringan degan nilai etika dan estetika??Jika,benar adanya bagaimana kita selayaknya memposisikan nilai etika dan estetika sesuai kadarnya dalam kehidupan ini.
            Islam tak hanya dipandang sebagaiagama samawi yang menyeruhkan pengikutnya semata-mata beribadat kepada Tuhanya tetapi islam adalah jalan hidup (way islife) yang selalu bersandar pada nilai etika dan estetika dalam menggapai kebahagiaan. bukan hanya bahagia saja akan tetapi keselamatan,keselamata yang menjadi pangkal dari tujuan hidup. Sebab islam menurut bahasa arab” Asalam-yuslimu-islaman” yang secara kebahasaan berarti “ menyelamatkan”.islam berati selamat, kedamaian,sentausa,sedangkan  secara syar’I islam berarti berserah diri,tunduk patuh,dengan kesadaran yang tinggi tanpa paksaan.jadi islam itu adalah penyerahan diri secara totalitas kepada Tuhan sang pencipta.

            Islam datang dengan risalah sucinya yakni Rahmatanlilalamin(sebagai rahmat bagi alam semesta),rahmat bukan saja hanya sesama manusia akan tetapi rahmat bagi seluruh alam semesta dan didalamnya terdapat hewan dan tumbu-tumbuhan. Islam menganjurkan kepada pemeluknya menaburkan rasa cinta di atas segalanya,menaburkan kasih sayang, menaburkan perdamaian antara sesama.karena, dengan itu kita telah mewujudkan risalah sucinya Rahmatanlilalamin (rahmat bagi alam semesta).Oleh sebab itu kita dalam hal ini memiliki tanggung jawab yang besar untuk melindungi,memgayomi,menyelamatkan,memberikan rasa aman dan damai bagi siapa saja, tak mengenal bentuk,warta kulit,rambut,jenis kemin, suku, ras, ideology,mazhab bahkan agama tertentu.
      
            Agama selayaknya menjadi tempat bersandar,menjadi landasan dan kiblat bagi setiap pemelukya untuk bartindak ,dan idealnya  agama adalah memberikan rasa aman dan kedamain bagi pemeluknya dalam pergaulan social antara sesama pemeluk dan maupun antara pemeluk agama yang lain. namun membunuh, memfitanah,menghujat, memgkafirkan atara sesama atas dasar agama.agama telah berubah bentuk dari zona ternyaman menjadi boomerang bagi setiap orang, pemeluk-pemeluknya telah beruba dari melindungi menjadi predator-predator  yang kehausan darah.sebab tak sepahaman,tak seideologi,tak semazhab dan tak seagama denganya.


            Isalam bagiku adalah agama cinta,agama kedamaian, agama keadilan,dan agama toleran.bukan islam yang terlihat sekarang yang yang selalu menonjolkan sisi kekerasan, dendam,islam sekarang bersifat agresif dan otoritas.keislaman kita sekarang telah jauh dari apa yang di ajarkan  Nabi Muhammad Saw dan di contohan oleh Ahlulbaitnya, karena mereka adalah sebaik- baik teladan.Nabi Muhammad Saw di utuskan ALLAH SWT  kepada kita lain dan tak bukanadalah memperbaiki ahlak kita,esensi dari peribadatan kita adalah menjaga ahlak kita agar tidak tercemari dari hal-hal yang dosa.dan sebaik-baiknya tauladan adalah Nabi Sallalahu alaihiwasalam,beliau berada pada ahlak yang agung yang dapat diwariskan pada ithrahnya(Ahlulbait)nya.


            Ketauladanan merupakan sikap dan perilaku seseorang yang sengaja ataupun tidak sengaja dilakukan atau dijadikan contoh bagi orang lain yang mengetahuinya dan melihatnya.didalam bahasa arab tauladan adalah Uswatul Hasanah. Uswatul Hasanah merupakan suatu perbuatan baik seseorang yang patuh ditiru atau di ikuti oranglain.memberikan contoh dan panutan yang baik adalah salah satu metode pendidikan terpenting,karena dalam diri ada rasa keinginan tinggi untuk meniruhal-hal baik yang dilakukan orang lain.

            Potensi berbuat baik merupakan fitrah manusia.pada dasarnya manusia cenderung berbuat baik namum hanya saja mereka terpengaru hawa nafsunya sehingga dalam berbuat kebaikan selalu terhalangi.kebutuhan akan sosok yang diteladanan itu perluh dalam suatu peradaban,sebab kebutuhan akan keteladanan sebagai cerminan diri agar dapat kembali kepada fitah semulahnya.Dan orang yang menjadi tauladan harus memenuhi syarat-syarat menjadi tauladan.Lantas apa yang menjadi syarat-syaratmya ketika sesorang atau suatu kelompok menjadi tauladan.bagiku yang pertama dia harus berilmu lebih tinggih,memiliki rasa cinta dan  sikap kebijaksanaan dalam suatu perkara,dapat dipercaya,memiliki ahlak mulia.krateria atau syarat-syaratini melekat pada diri Rasullulah dan itrahnya yang mahsum(suci)dan tersucikan.Adakah diatara kita  ada yang memenuhi syarat-syarat tersebut??saya memiliki keyakinan lebih bahwa kita bisa menjadi tauladan bagi lingkungan social kita asalkan kita selalu tercerahkan  dan terjaga dari segala tidakan kita.

            Sikap dan perilaku kita ternilai baik jika kita tidak terjebak dalam pola pikir dan tindakan yang membuta atas segala hal yang mengatas namakan sesuatu yang tak seharusnya terjadi.sikap dan perilaku kita ternilai santun jika kita memahami akan segala perbedaan walaupun sifatnya prisipil misalnya;perbedaan pendapat,pilihan,pengetahuan,ideology,mazhab dan agama.Perbedaan hal-hal prisipil dalam diri manusia bukanlah sesuatu yang bertantangan seprti kata Karl mark “Pertentangan Kelas atara klas proletar dan klas birjois.akan tetapi berbeda pandangan dunianya saja atau berbeda dalam melihat dan menafsirkan realiats.

Tidak penting apapun agama atau sukumu
Jikakau dapat berbuat sesuatu yang baik bagi banyak orang
Orang tidak lagi bertaya apa agama atau sukumu

                                             “GUS DUR”
      
            Sebaik-baiknya manusia dia yang bermanfaat bagi manusia yang lain,melindungi dan mengayomi yang membutuhkan pertolongan,memberi bagi yang meminta,mejawab kalau ada yang bertanya itulah sebaik-baiknya manusia.
cinta dalam kebhinekaan merupakan sikap kita dalam merespom perbedaan-perbedaan yang prisipil dalam kehidupan social kita. Indonesia adalah negara multi etis,multi agama,multi suku,multi kebudayaan yang kesemuanya terkalaborasi dalam satu jati diri membentuk satu identitas bangsa Indonesia.

            Sikap menghormati antar sesama begitu melekat pada seluruh pemeluk agama-agama yang bersumber satu dari jadi diri  yakni pancasila.pancasila adalah sumber dari tata nilai kehidupan masyarakat senusantara,bhinekaTungga Ika sebagai pengikat kesadaran kehidupan bersama dan cita-cita yangsama dalam menggapai tujuan bersama.
Bagiku perbedaab itu bukandi hilangkan atau di tentangkan tepapi lebih dari memahami perbedaab itu sebab perbedaan itu adalah sesuatu yang indah yang sang desainernya adalah ALLAH AZZAWAZALLA.

                        
Isaac Ell-Rahman Boufakar