" TIBA SAAT TIBA AKAL "
Suara tulus seorang relawan mengalahkan baliho sebesar apapun
Anies Baswedan_
Dalam kacamata komunikasi politik , Baliho maupun media massa merupakan media trasformasi Pesan-pesan politik dari komunikator (Kandidat) kepada Komunikatian (Publik) dalam artian penawaran-penawaran program kerja (Visi-Misi) kepada masyarakat luas,pesan-pesan tersebut secara tak sadar sifatnya mempengaruhi, mengajak serta memaksa masyarak untuk mengikuti,melaksanakan serta mendukung apayang menjadi idenya tersebut. ada hal- hal yang menarik perhatian kita yang disuguhkan dari para aktor politik lewat pesan-pesan politiknya. diantaranya penawaran programkerja yang bersifat pemikiran lama yang telah dimodifikasinya atau dengan istilah "Lagu lama" tak ada bedanya dengan Separubaya yang sedang bermak up.
pemikiran progresif semakin terkukuhkan di balik selimut tebal tatanan masyarakat yang terpinggirkan,para pengamat, aktivis, kaum terpelajar serta politisi seakan terhipnotis dengan keadaan. saling membenarkan, memperkuat basis menengahnya (Bakal pemimpin) namun mereka tak pandai-pandai menangkap simbol- simbol non verbal dari Konunikator kepada komunikatian(Publik) terkait dengan pesan-pesan politinya, apakah pesan itu sifatnya merubah atau mempertahankan Status quonya sebagai otoritas basis atasnya.
Dalam struktur masyarakat Masyarakat karl max membagi masyarakat menjadi dua kompunen yakni; Kompunen kuat diwakili oleh pemimpin dan kompunen lemah di wakili oleh masyarakat(Publik) itu sebabnya yang terkuat(pemimpin) sifatnya menguasa serta yang lemah sifatnya merakyat. sebab kenapa yang dinamakan lemah itu sifatnya menempel pada yang kuat contoh yang ril,Ayah dan Anak_ sang anak selalu menggantungkan nasibnya pada sang ayah di karenakan sang ayah memiliki kemampuan yang lebih dari pada anaknya.
dalam tatanan masyarakat juga sebaliknya masyarakat menggantungkan nasibnya pada pemimpin(Negara) karena pemimpin memiliki kemampuan dan kekuasaan.
Kekuasaan yang di miliki pemimpin(Negara)merupakan sesuatu pembarian yang diberikan oleh masyarakat, sebab kenapa dalam kacamata Demokrasi kekuasaan berada pada rakyat atau ditangan rakyat namun tidak sertamerta rakya secara otoritas berkuasaan dalam hal pengambilan keputusan serta kebijakan namun wujud dari kekuasaan rakyat itu di percayakan kepada wakil-wakil rakyat yang menduduki Parlemen dan sebagainya.
Dalam pemikiranya Karl Max tentang Aksi dan revolusi membahas tentang Pemimpin dalam sejarah dan Massa_ beliau, berpendapat bahwa sebenarnya pemimpin merupakan integrasi dari massa, sebab kenapa adanya pemimpin karena adanya masa dalam hal ini masyarakat pendukunya.pemimpin harus tau betul keinginan dan perasaan massa(Publik)sebab tanpa massa pemimpin tidak ada. beliau,menambahkan bahwa ketika pemimpin menguasai keinginan serta kebutuhan masyarakat(massa) maka pemimpin telah menguasai rakyat,oleh sebab itu ketika pemimpin berkeinginan menguasai rakyat satu-sutunya cara adalah dekat dengan rakyatnya,harus tinggal dan menetap ditengah-tengah rakyatnya. sehinggah mengambil garis kepemimpinan(Visi-misi)nya sesuai dengan keinginan serta kebutuhan rakyatnya itu yang ideal bukan tiba saat tiba akal.
Momen pemilihan semakin dekat,terlihat pada porus-porus jalanan kota,kabupaten bahkan Desa semakin memadat dengan pesan-pesan politik yang sifatnya merayu para khayak umum untuk mendukung ide-idenya yang tak jelas itu.
alangka baiknya kata idola saya Anies Baswedan," Relawan itu lebih baik dari baliho yang besar", yang namanya kepentingan itu menghalalkan segalah cara namun mereka tak melirik ada sesuatu hal yang lebih produktif dan efisiensi yakni berkarya atau bekerja(Relawan)dari pada baliho/media massa itu.
namun suda terlambat ketika baru memikirkal hal itu, masyarakat telah cerdas menalar setiap bentuk-bentuk kegiatan dari pada calon-calon pemimpin kita saat ini.sebab kenapa setiap kegiatan baik positif di nilai sebagai politisasai/nuansa politik semata tanpa nawait baik sedikitpun.
itulah kecenderungan kita saat ini kita melakukan sesuatu bukan sebagai pengabdian kepada masyarakat tapi melakukan sesuatu pada masyarakat kita atas dasar kepintingan atau ada maunya.
saya selaku mahasiswa yang menekuni spesifikasi ilmu komunikasi publik(Kom.politik) melihat tindakan yang diambil bakal pemimpin kita tidaklah subtansial dalam hal menarik perhatian dari para komunikatian/khayak dalam promosi pesan-pesan politiknya,ada hal-hal yang lain yang lebih efektiv serta efisiensi namun mereka mengabaikan dan memilih jalan lain yang tidak produktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar