Sejuk mendung bertopeng serumpun badai
Bosan dan jemu kumemandangnya
Ngeri dan ngilu kumerasakannya
Namun semuanya tak berarti, hujan tetap turun mengguyur bumiku
Perlahan aku bangkit, tertatih menjauhi guyuran hujan
Tak sampai bataspun terkulai lemas tubuhku
Pasrah tak kurelakan
Khilaf ku pun tak kuasa
Namun semuanya tak berarti, hujan tetap turun mengguyur bumiku
Kini tubuhku berlumuran Lumpur
Kini tubuhku berbau sengat
Kini tubuhku gigil beranjak ke pesakitan
Menangis tersedu daya dan upayaku
Termenung berlarut menatap kegelisahanku
Terhina ragaku seumpama buih yang mengapung
Perlahan aku bangkit lagi, tertatih menjauhi guyuran hujan
Ketika cerah mulai menggelabui awan hitam
Kala ceria kalbu terus menggonggong ketidakberdayaanku
Kala cemara masih meneteskan air sedapannya
Secercah harapan yang terbesit dalam ingatanku
Mulai berbisik di telingaku
Aku akan tetap menghembus udara segar cemara ini
Meskipun tubuh ini berlumuran Lumpur
Dan meskipun hujan tetap turun mengguyur bumiku
Kuikhlaskan, tetapi untuk membasuh lumpurku.
Kutatap langit dihiasi awan hitam
Sejuk mendung bertopeng serumpun badai
Bosan dan jemu kumemandangnya
Ngeri dan ngilu kumerasakannya
Namun semuanya tak berarti, hujan tetap turun mengguyur bumiku
Perlahan aku bangkit, tertatih menjauhi guyuran hujan
Tak sampai bataspun terkulai lemas tubuhku
Pasrah tak kurelakan
Khilaf ku pun tak kuasa
Namun semuanya tak berarti, hujan tetap turun mengguyur bumiku
Kini tubuhku berlumuran Lumpur
Kini tubuhku berbau sengat
Kini tubuhku gigil beranjak ke pesakitan
Menangis tersedu daya dan upayaku
Termenung berlarut menatap kegelisahanku
Terhina ragaku seumpama buih yang mengapung
Perlahan aku bangkit lagi, tertatih menjauhi guyuran hujan
Ketika cerah mulai menggelabui awan hitam
Kala ceria kalbu terus menggonggong ketidakberdayaanku
Kala cemara masih meneteskan air sedapannya
Secercah harapan yang terbesit dalam ingatanku
Mulai berbisik di telingaku
Aku akan tetap menghembus udara segar cemara ini
Meskipun tubuh ini berlumuran Lumpur
Dan meskipun hujan tetap turun mengguyur bumiku
Kuikhlaskan, tetapi untuk membasuh lumpurku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar