NOTES MINI
Cerita klasik from Pendidikan & latihan dasar Kepencintaalaman
Ishak Rahman Boufakar_KAC 087 1895 BYN -O
9 Desember 2013 pukul 23:52
Diklat Ruangan
H- 1 Minggu 25 Desember 2011
Sang mentari membentang di cakrawala memancarkan sinar-sinar kemasanya pertanda pagi yang dinanti telah tiba. tepatnya tanggal 25 Desember 2011 adalah hari pertama berlangsungnya Diklat Ruangan, kali ini sasarannya ARBES ke-7 Diklat ruangan berlangsung.biasanya diklat ruangan di selenggrakan dalam ruangan tetapi kali ini tidak menutup kemungkinan kali pertama diklat di selenggarakan di alam terbuka.
Tepatnya pukul 07.00 WIT saya bertolak dari ruma menuju Arbes, mengigat kantong saya menipis akhirnya jalan kaki adalah pilihan saya, sebelum berpamitan kami menyiasiapkan alat-alat yang di perlukan pada saat diklat missal; pulpen, buku tulis, itu yang lebih penting. Syukur si Nabil serumah dengan saya akhirnya kami menuju arbes bersamaan, dan tak lupa menggenakan kaos putih sebagai kaos dinas diklat segitulah.
Jarum jam menunjukan 08.00 WIT setibahnya di jembatan ARBES, terlihat senior Anti menanti kami, saya dan nabil pun bersalaman dengannya mumpung kawan-kawan saya yang lain telah ada maka kami pun melanjutkan perjalanan menujuh Arbes ke-7. Dalam perjalanah menujuh tempat tujuan terlihat kecapean pada wajah kawan-kawan saya yang cewek namun itu terlihat sebagai segelintar semanggat yang membakar harapan, dan akhirnya kami pun tiba. di Arbes ke-7. begItu terkejut saya menatap keindahan alam yang begitu indah. Seliri angin meniup tubuh saya seakan terasaan ibarat suguhan angin bak alakadar setibah saya dan kawan. Ini adalah kali pertama saya menginjak tempat ini, pohon-pohon pun terlihat sama halnya seakan menunduk memberikan penghormatan kedatangan kami, beristrahat sejenak kemudian di lanjutkan dengan acara pembukan diklat yang dihadiri anggota kadal serta SEKUM mewakili KETUM pada saat memberikan sambutan serta membuka dengan resmi kegiatan diklat tersebut.
Selanjutnya di lanjutkan dengan pemberian materi oleh para senior,materi yang pertama kami dapat adalah ’’ Kepemimpinan alam terbukan’’ oleh senior Nuzul.A. Lulang (Galang), jarum jam menjukaan 10.00 WIT materi berlangsung. Kami pun dengan antusias mengikuti materi tersebut , dimana materi tersebut di maksu agar kita memeliki keteguhan hati dan mampu mengendalikan diri kita dan orang lain ketika kita di percayai sebagai seorang pemimpin di tengah lingkungan kita. Metode yang di pakai system diskusi, dan lebih seruhnya lagi saudara pemateri memberikan kesempatan bagi kami agar tampil kedepan agar mengusulkan pendapatnya masing-masing dengan maksud apakah apa yang kita sampaikan itu dapat mempengaruhi orang lain atau tidak. Dengan keberania dan semangat yang menggih akhirnya saya tampil ke depan mewakili kawan-Kawan untuk menyampaikan pendapat saya, dan akhirnya Alhamdulillah apa yang saya sampaikan di sanggah dengan baik oleh kawan-kawan saya.
Jarum jam menjukan 11.00 WIT materi pun berakhir dan kami pun beristrahat sejenak memulihkan stamina kami.dalam pengistrahatan kami di bagi menjadi dua kelompok oleh senior Aulia, dan saya di percaya memimpin satu kelompok, kami di bagi lima orang satu kelompok karena jamlah kami saat itu lumayan banyak, totalitas kami berjumlah 12 Calon anggota namum hanya 10 cang yang hadir saja diataranya, kawan jasjus, si pinsang (Jiia), Nebi,dan hajar dan yang lain di kelompoknya ipul. kami di suruh membawa yel-yel masing-masing kelompok oia, saya masi ingat betul bait-bait..” Tidak ada yang enak, tidak ada yang nyaman,selain alam terbuka… salam rimba. ‘’sesudahnya itu dilanjutka dengan materi selanjutnya ‘’Sosiologi pedesaan’’ oleh senior Suharni materi yang ia sampaikan dengan metodi diskusi, asensi dari materi ini bagaimana kita mempelajari psikologi masyarakat agar kelat kita terjuna dalam lingkungan masyarakat kita tidak terkontaminasi,karena kita adalah bagian dari masyarakat. Materi berlangsung pukul 12.00 WIT dan berakhir 01.00 WIT dan pukul O2.OO di lanjutkan dengan materi yang ketiga ‘’ Teknik surat menyurat “ oleh Senior Aulia Atamimi dan kami pun di latih menulis surat, materi Berakhir pukul 03.00 WIT akhirnya kami pun beristrahat sejenak menanti suguhan makana dari para senioritas, yang menjadi juru masak saat itu dari angkatan Nifsu yaitu senior kiky.
Jarum jam menunjukan 03.30 suguhan makan terlihat tergeleta di atas bebatuan daun pisang sebagai pengalasnya, do’a pun di terdengan dan kami pun mulai makan namun yang membuat kami semua tersentak makana yang kami kunya tidak dapat menelangnya sebab nasinya setengah matang ini adalah kesalahan juru masak, tapi alhamdulilah kami pun menyelesaikan makan tersebut. Sesudah makan kami beristrahat sejenak dan kami pun mengikuti materi yang terakhir karna mengingat diklat ruangan hanya sehari. Materi yang terakhir adalah “ Manejmen perjalanan” oleh senior Fandy, materi pun berlangsuna kami pun antusias mengikutinya, asensi dari materi ini adalah bagaiman perencana kita dalam sebuah perjalan, misalnya dalam sebuah pendakian yang harus dipersiapkan adalah logistic, mendeteksi tempat yang di tujuh missal, temperature, persediaan air,dll. Materi pun di berakhir pukul 05.00WIT
sesudahnya kami pun bersiap kembali keruma masing-masing.
Salam rimba untuk sahabat alam..
Bye-bye….
Diklat Lapangan
Kawanku hari yang kita nantikan telah tiba, terlihat sahabat alam sebuk menyiapkan logistic persediaan masing-masing tak ketinggal saya mengambil bagian dalam kesibukan itu. Mumpung dompet saya terlihat selembar raja dunia tertidur lelap, akhirnya ini adalah saat yang tepat ia bangun.
Arloji di kamarku yang kusut berdering tepatnya pukul 07.00WIT, Henphone bergetar terlihat pesan singkat ‘’ posisi..? nak2 su kumpul..BY Abg Galang. Tampa tunggu perintah kebetulan si ipul di ruma saya juga. Saya, nabil dan ipul melucur ke batu merah di kediaman senior Aulia untuk menyipkan persediaankami. Kebetulah hari jumat maka di tundah keberangktanya ba’dah jumat , pukul 16.40 WIT pekingan sudah siap maka kami berdoa dan melanjutkan perjalana menujuh terminal angkutan seith. Saya sedikit kesal hanya kami berempat yang hadir sisanya tidak ikut serta tapi tidak apa-apa dalam hati saya berkata mungkin kami berempat yang di ilhami untuk kadal saya selalu percaya itu. Setibahnya di terminal langsung naik angkutan menujuh seith..
H- 3 Jumat 3O Desember 2011
Roda angkot pun masi berputar kencang kawan saya si jia tertidup lelap di pundak saya, saya sangat menikmati perjalanan ini sangat menyenangkan karena ini adalah kali pertama melewati perkampungan ini, perkampungan ini masi terlihan hijau dengan keanekaragam biomanya. Jarum jam menjukan 18.56 WIT roda angkot berhenti kawan saya terlihan terheran lalu ia pun bertanya ‘’ sudah sampai di mana..?? ‘’ kaitetu.’’. saya kaget mendengar jawaban itu.padahal senioritas kami sudah merancang scenario tersebut , mereka mengiginkan kami traeking dari kaitetu samapai pantai boyan seith tujuan melati mental dan fisik ,kami pun mengiyakan saja keinginan tersebut sebelum mealnjutkan perjalanan kami berdoa yang di pimpin saudara korlap Alif. G.Hayoto dan taklupa kami mengambil dokomentasi, kami pun di damping senior Lasu dan josan mereka mengatakan kepada kami bahwa inilah materi sosiologi pedesaan berfungsi dimana kita menjaga wibawah kita serta menghormati sesama , intinya menyapa siapa saja yang kami melihatnya kami pun mengiyakan seruan tersebut dan mulailah melanjutkan perjalanan.
Perjalanan yang panjang kami lewati begitu saja, selangkah demi selangkah kawan saya jia terlihat kecapean kami pun beristahat sejenak pukul 20.10 WIB kawan saya ipul dan si nabil pun melepaskan beban kerelnya mumpung kerel hanya dua pasang maka giliran pertama adalah mereka berdua, perjalana pun berlangsung yang membuat kami tersentak si korlam meneriakan cengkreng kami pun mengikuti dan menyedihkan lagi kami di suruh sith up, push up dan skotjam dengan istilah satu set dan sesudah itu kami di suruh mencium tanah lalu meneriakan ‘’ saya cinta kadal’’ jujur saya ketika saya meneriakaan itu perasan saya kesal bercampur bangga, kesal karena beban kerel yang begitu berat dan bangga karena hanya kami yang di ilhami untuk kadal. Dan yang saya banggah dari kadal adalah kebersamaanya,kawan teman yang cewek kalau kami berjalan dimana saja ia tidak bisa di posisi depan dan belakang jikalau ketahuan maka tidak tau mau berkata apa. system set pun berlangsung mengiringi perjalana kami. Dalam perjalan kami beristarahat terhitung tiga kali,dan tepat pukul 22.12 WIT kami pun tiba di lokasi diklat. Terlihat para senioritas menanti kami dari tadi, teriakan cengkring pun terdengar kami pun cengkring sejadinya kami di suruh berjejer dan mata kami pun di ikat keras-keras tujuanya melati filing kami yang pekat terhadap kegelapan, jujur saya blank pada saat mata saya di ikat yang menyebalkan lagi kami di suru lapor sampai suara serak ibarat pita suara kami hamper copot, tapi tidak apa-apa saya menikmatinya kawan, kemudian dalam keadaan mata tertutup kami berjalan kurang lebih 50 m kemudian sampai di pos kedua kami di suruh mengikuti apa yang di perintah oleh senior Aulia dan ada sabuah filosofi yang di lontarkan ‘’ saya berpikir, saya rasa pasti bisa’’ bagi saya ada makna yan terkandung dalam filosofi tersebut sehinga saya semakin bersemangat dengan pilihan saya. Dan kami pun menuju pantai dalam keadaan yang sama, sesampai di pantai kami pun membuka mata, suasanya nyaman kemudia kami di suruh membuat bifak untuk peristrahatan kami. bifaknya siap tepat pukul 01.15 WIT, karena kami sedang lapar kami pun di suruh lapor dan siap makan, kawan yang saya bangga dari kadal adalah kebersamaanya makan yang pertama kami di suruh suap dan menyuap sesama kawan-kawan saya dan akhirnya makan pun selesai kami pun membersikan alat makan kami di sungaI bersama-sama.
Dengan Kondisi tubuh kami saat itu ibatnya sebelah anggota tubuh sudah di ranjang namun, karena akan di lanjutkan dengan penyampaian materi ‘’ Sejarah kadal adventure club’’ oleh Senior Aulia kami memaksa mengikutinya tepatnya pukul 02.15 WIT materi pun bersangsung karena dengan kondisi setengah sadah pemateri tidak terlalu menyita waktu kami dan akhirnya materi pun selesai pukul 03.00 WIT, kami sangat kelelahan sekali dan harapan kami hanya satu semoga bunga tidur menghapus kelelahan ini. Hanya keheningaan dan kedinginan malam menggongong harapan kami..
Salam rimba untuk sahabat alam..
Good night...
H- 2 Sabtu 31 Desember 2011
Dingin yang tajam tertusuk kulit terasa nyeri mati masi tertutup rapat terdengar teriakan menghalus di telingan tepatnya pukul 06.03 WIT, teriakan melibihih kedinginan pagi..cang hitungan ke 10 semuanya berdiri di hadapan para senioritas, tanpa menunggu merinta kami pun berlari sejadinya menuju para senior. Seperti biasanya ketika kami di panggil lapor itu tidak bisa di lepas pisahkan dari kami. Kami di suru berbanjar kemudian lari-lari kecil di lanjutkan dengan senam pagi dalam menggerakan anggota tubuh kami terasi kaku sebab udaranya dingin sampai-sampai kami tak mampu menahan gejolak tersebut, senam pun berakhir kami pun di suru berbalik kiri posisi menghadap air laut kami di buat terheran-Heran oleh para senior meraka memerika barang-barang yang anti air dan menyerahkannya kepada mereka, kami pun mulai sadar apa yang di inginkan. Terdengar suara .. mulai hitungan ke sepuluh semuanya dalam air dengan posisi hanya kepala saja yang terlihat di atas permukaan . kawan yang menyedihkan lagi ini adalah kali pertama kami mengalami hal ini, kawan kami terlihat ibarat masyarakat kita zaman penjajaha tapi kami selalu menikmati itu menjadi komitmen bersama hanya demi satu nama cita-cita kawan.kami relah melakukan apa saja walaupun raga ini di cabik-cabik namun suara komitmen dan selalu siap melebihi rintangan , tantangan di depan mata. Tangan kami menggegam satu sama lain mulailah nyayian Indonesia terdengar kaku dari mulut kami yang tulus , jujur kawan ketika saya menjiwai nyayian itu tak sadar air mata pun terlinang, dan saya pun bertambah semangat dengan lantunan bait puisi dari kawan nabil dan saya sendiri ‘’ Di luar sana pasir, di luar sana debuh, angin bertiup saja lalu terbang, kawan menarilah, dan teruslah menari hanya kita yang tau karena kita satu’’ kami pun semakin bersemangat dengan lantunan puisi itu, kemudian kami pun dengan posisi tiarap di garis pantai merayap kurang lebih sepuluh meter, sang ombak pun menghempas tubuh kami dan tak ketinggalan sistem set pun di ikut sertakan kawan tetapi kami selalu menikmati apa yang komitmen bersama sesudah itu kami pun berjalan mengikuti garis pantai menujuh sungai, kawan ini adalah kisah yang takan pernah terlupakan, jujur ketika saya menguras kembali cerita ini dalam laporan ini saya meneteskan air mata ini adalah pengalaman yang menyedihkan dalam kehidupan saya, jikalau ada yang menanyakan kejadian yang teristimewa dalam hidup saya, saya akan menyatakan ketika saya di lahirkan dan ketika saya diklat kadal. Kami berjalan melewati sungai tubuh kami bergetar tanpa irama karena kedinginan, kami pun dengan posisi yang sama hanya kepala saja yang terlihat di atas permukaan air ketika kami di Tanya dingin maka kami pun di suruh set dengan alasan agar tubuh kami hangat. Dan menyedihkan lagi ketika kami di Tanya lapar, dengan posisi menggegam tangan dalam air hanya kepala saja yang kelihatan, mie instan di taburkan dan terbawa arus air lalu kami di suru buka mulut dan menelan setiap mie yang terbawa oleh air tampa yang ada yang terlewati, dan kami di suruh memberikan mie kapada kawa kami dengan mulut Dan menyedihkan lagi ketika kami di suruh lapor dengan nama lapanga saya lupa dengan nama lapangan saya ‘’ om ondos’’ dan saya di suruh senior Galang naik di atas batu yang agak besar lalu melapor sampai-sampai suara saya serak. Kemudian kami di di perintahkan naik ke atas permukaan lalu berjejer kemudian para senior menyuruh kami mengofor mie yang kami makan lewat mulut ini agar kami di lati kebersamaa dan air yang kami kumur-kumur di masukan ulang ke dalam dan kami di perintakan minum air tersebut.
Saya bangga dengan kawan saya si jia walaupun dengan kondisi sakit sejadinya ia dengan komitmen menerima semua intruksi dari para senior, kawan sasarannya adalah kami di lati mental dan fisik kami, kami selalu percaya bukan mereka yang menyeleksi kami tapi alamlah yang menyeleksi, jarum jam pun menunjukan 07.00 WIT suguhan kopi hangat pun menghapiri hanya ini adalah cara yang tepat menghangatkan tubuh kami yang kaku karena kedinginan kemudian di lanjutkan dengan pemberian materi ‘’Survival’’ oleh senior Aulia, asinsi dari materi ini bagai mana kita dapat bertahan hidup di alam terbuka materi ini langsung praktek kami pun mengikuti dengan antusias materi berlangsung hingga akhirnya kami di suruh mencari makanan yang dapat di makan dan membuat bifak sendiri serta membuat ranjah agar menagkap hewan untuk persediaan makan di hutan yang luas.
Praktek pembuatan bifak pun berlangsung kami saling gotong royong dan takan ada kata lelah sedikitpun dan akhirnya bifak kami pun selesai, karena kami terlihat lapar kami bersiap melapor dan siap makan. jarum jam menunjukan pukul 12.50 cicipan alakadar pun selesai dan seperti biasanya membersikan alat makan kami yang terbuat dari daun pisang. Kemudian kami beristrahat sejenak kemudian menungguh insrtuksi selanjutnya, kami di kejutkan dengan intruksi para senior mereka memerintah kami mengikuti senior ama yang jaraknya 100 m dari kami, ketika kami sampai kemudian melapor tujuan kami dan siap menerima instruksi selanjutnya ia menyuruh kami set di tengah garis pantai ini hal yang sangat menyebalkan tapi kami nikmati saja kemudia kami di perintahmenujuh senior yang lain sama halnya system set tidak ketinggalan karena kami melakukan kesalahan kami di perintah cengkeng berlawana arus air ini sangat menyedihkan kemudian kami di di hukum 40 system set ketika kami tertawa mereka menyuruh kami gigit batu ini sangat menyedihkan, belumlagi pakaian yang kami genakan berbasahan 2 kali 24 jam kalau tidak salah,karena mereka mengasihani kami, kami pun berjemuran sejenak dan di lansungkan dengan penyampaian materi ‘’ Rock c lembing( R.C)’’ oleh senior Santos hinggah pukul 02.00 kami pun beristrahat sejenak memulihkan stamina kami.
Kami kembali ke bifak untuk beristrahat, saya terkejuh melihat kedatangan dua orang teman kami( si jasjus dan ramdan) kami pun menyapa mereka dengan salam rimba. Kemudian kami di panggil oleh para senior mereka menanyaka pendapat kami tentang kedatangan kedua teman kami karena dengan jiwa kebersamaan yang suda tercenang dalam jiwa kami, kami pun menerima mereka dengan sifat toleran dan mereka pun menerima intruksi dari para senior dan kami pun memanfaatkan waktu yang luang itu untuk bersantai.
Ketika kedua kawan saya telah mendapat geliran hukumanya kami pun di panggil bersama membentuk barisan panjang. Lalu kali ini adalah kami bermain gems yang di panduh oleh senior aulia, bentuk permainanya kami di suruh menebak kartu poker jikalau ada di antara kami yang benar maka ia mempunyai hak memberikan hukuman pada kami, dan yang menyebalkan kawan nabil di perintahkan buka baju setengah, ipul melepaskan baju semuanya, si jia seperti biasa,ramdan sama seperti ipul, jasjus seperti nabil sedangkan saya lebih fatal lagi saya di suruh melepaskan celana dan berdiri di hadapan para senior dengan mengenakan celana dalam dan pada akhirnya kami semua melepaskan dan kami pun di perintahkan semua terjun ke air laut tepatnya pukul 07.30 WIT udara nya sangat dingin dan kami pun seperi biasanya di suruh menyanyikan Indonesia raya di tengah laut yang suhunya dinggin. Kemudian kami pun di panggil dan diperintahkan m erendam dalam air kecuali si jia karena kondisinya kedinginan dan menyedihkan lagi kami pun di perintahkan merayap ke semak-semak yang gatal kemudian karena si jia kedinginan kami pun menghangatkanya dengan pelukan dan menyebalkan lagi senior galang menampar kami dengan sendal eiger samba berkata ‘’ kamu kira pencinta alam itu gampang ka’’ dengan kata itu kami lebih bersemangat karna bagi saya hanya kami adalah orang-orang pilihan unuk kadal.
Para sahabat alam terlihat sibuk ada di antara kami yang berusaha menyalakan api dalam keadaan kedinginan, si jia terlihar serius mempelajari ulang materi-materi yang telah kami dapat, dan tak ketingalan si opa cak berdandang di tengah hutan yang gelap gulita itu. Tepatnya pukul 10.00 WIB mengigat kami sudah lapar kami pun siap lapor untuk makan, begitu kaget makan yang kami makan terasa asin kami pun makan sejadinya. makan pun selesai kami pun di suruh kem bali bifak untuk beristrahat mumpung karena hari ini adalah hari akhir, para senior di kumpulkan oleh SEKUM( Ka echa) untuk menyusun strategi apa yang kami terima sebentar, karena dengan keadaan lemas kami pun tak menghiraukan perencanaan strategi tersebut bagi kami adalah tidur itu lebih penting saat itu.
Salam rimba untuk sahabat alam…
Good night….
H- 1 Minggu 01 Januari 2012
Hujan pun menyertai sang malam yang dingin, para sahabat alam tertidur lahap di sela-sela rintihan hujan serta udara dingin yang seakan membatu terdengar suara yang menghalus di balik telingan ..’’ om ondos’’ suara yang taka asin lagi terlihat di depan mata sang korlap yang gagah pemberani berdiri di hadapan kami. Ini adalah saatnya untuk bereaksi saya pun mendapan giliran pertama,kata orang pertama itu adalah yamg terbaik.tepatnya pukul 04.00WIT pakain kebesaran pun saya genakan walaupun basah kuyup, dalam perjalana menuju pos satu jantung ku berdetak kencang di tambah dengan dingin yang menjadi dinggin. Kurang lebih jarak saya dengan pos satu 3 m teriakan cengking pun melibihi jarak itu saya pun mengikuti dengan teriakan..’’aku cinta kadal’’ berulang-ulang kali, saya tersentak dengan teriakan merayap pakain putih pun mengalami metamof keabu-Kemerahan sambil meneriakan ‘’aku cinta kadal’’ merayap sejadinya menjuh arah senioritas kemudian saya di suruh berdiri dan melapor sampai-sampai pita suara saya putus. Tapi saya selalu menikmati, kemudian system set pun tak ketinggalan sambil meneriakan aku cinta kadal. Karena para senior mengetahui saya anak civitas green black mereka pun menyuruh saya orasi, maklum organisasi retorika kata mereka dan menyedihkan lagi mereka menyuruh saya merayu pohon katanya itu seorang cewek cantik. Saya masi menghafal persis wajah mereka si josan yang galak, si ama terlihat super galak bahkan si ira tak kala galaknya.karena saya adalah orang pertama mereka tak menyita waktu saya tapi dengan syarat mereka menitip setangkai bunga agar memberikan kepada senior nur di pos dua.
Terlepas dari posnya para super galak saya pun melanjutkan ke pos dua, dalam perjalan menujuh pos kedua saya di temani sang korlap yang super baik, kurang lebih jarak saya dengan pos kedua 20 m teriakan cengkreng pun melebihi jarak tersebut sambil meneriakan ‘’ aku cinta kadal’’ berulang-ulang. Tibah pos kedua lang melapor sama hal di pos pertama sampai suara saya serak dan tak lupa system set pun ada di pos kedua kemudian persembahan bunga pun di terima oleh senior nur, dan ia pun menyuruh saya ke senior lasu yang posisinya di lemba sungai sya pun di suruh senior lasu duduk dalam air ia menasehati saya mumpung di pos kedua hukumanya tidak begitu berat saya pun di suru menujuh pos ketiga sambil meneriakan ‘’aku cinta kadal’’sampai di pos ketiga.
Begitu hati saya senang dan bersemangat di pos kedua, kedatangan saya di pos ketiga sangat menyebalkan karena para senior di pos ini mereka bisa di katakana supur chuek, ketika saya melapor sampai suara saya yang terdengar kuat bahkan predator hutan mendengar pun mereka lari tergapa-gapa sedangkan merekan tak menghiraukan teriakan itu malah bagi mereka teriakan tersebut menina bobokan mereka, jujur saya sangat kesal dengan perlakuan ini tapi saya selalu menikmati. Dan akhirnya mereka pun bangun dan mulailah membuka suara ‘’..haa.. ada tamu..kata senior galang yang super chuek, ..’’ paling mangantu eee.. kata senior aulia… sedangkan senior santos pura-pura tidur sejadinya. Dan saya pun di suruh masuk kedalam air hanya kepala yang kelihatan, dalam kedaaan dingin membatu merekan tak menghiraukan kalau saya dalam air, mereka saling berbincang seakan melupakan saya dalam air, saya sangat kesal kemudian mereka memanggil saya naik kemudian mereka menanyakan saya dingin atau tidak, saya katakana dingin mereka menyuru saya set. Karena sya dingin saya di persilahkan duduk di hadapan mereka. Yang terkesan di pos ini saya meneteskan air mata sebelum mereka menyuruh saya menyayikan lagu kasih ibu, karena bagi saya perjuangan saya begitu sakit dengan kondisi ini dalam komotmen saya kadal harus menjadi kepunyaanku.karena saya kedinginan mereka menyuguhkan segelas kopy dan sebatang rokok, saya pun menikmati pemberian itu dan kini harus melanjutkan ke pos yang terakhir.
Dalam perjalan menujuh pos keempat teriakan ‘’saya cinta kadal’’ menyertai derat langka kaki, setibahnya di pos ini bagi saya inilah pos yang menyedihkan di antara pos-pos yang ada. Sangat-sangat memprihatinkan, menyebalkan pokoknya kesemuanya di pos ini. Ketika saya melapor ibarat merekan tak memiliki telingan saat itu, ucapan salam yang kami ucapkan kami sendiri yang membalas ucapan tersebut sangat menyebalkan.di pos ini kami di evaluasi terkait materi yang kami pelajari, saya di suruh masuk kedalam air hanya kepala yang terlihat di permukan lalu melapor hingga berkali-kali, dan menyedihkan lagi system set kali ini dalam air posisi kepala menyentuh dasar air dan tidak di perkenangkan menguca muka walaupun air masuk ke dalam lubang hidung kami tidak di perkenangkan menguca sekali pun. Karena senior yahya civitas green black juga maka saya di perintahkan melafalkan tujuan HMI yang bukan subtansinya di kadal ini, tapi saya mengikuti instruksi tersebut. Dan saya pun di suruh orasi dalam air yang takala dinggin itu. Karena giliran saya telah selesai maka saya di perkenalkan duduk di atas bebatuan dan saya pun berkesempatan menghangatkan tubuh saya dengan sebotol cap lang kepunyaan senior Sekum (Elsa) kebetulan berada di posisi pos ke empat. Saya di suruh menyanyikan lagu kepunyaan semy krispati menantikan kawan-kawan saya yang lain.
Karena mumpung kawan-kawan saya semuanya telah ada maka saya pun di perintahkan bergabung dalam air, tak terlihat si jasju katanya ia mengundurkan diri di pos pertama. Dalam benak saya berkata mungkin hanya kami berlima yang di takdirkan untuk kadal.ada sebuah kenangan menyedihkan yang tak terlupakan dari benak kami yaitu, ketika kawan saya si jia pinsang kami memikulnya dalam air dengan posisi hanya kepala saja yang terlihat dan menyebalkan lagi para senior mencoba melepaskan si jia dari pundak kami, mungkin ini adalah denamika yang sifatnya senetron, tetapi kami berusaha sekuat tenaga agar ia tidak lepas dari pundak kami, saya bersedih sampai-sampai meneteskan air mata tak tahan dengan ucapan kawan saya si opa cak..’’.. woee ini katong pu sudarah..’’ dan tak tertahan lagi amarahnya kawan saya si ipul ..’’ bammmb…’’ namun dapat di cegah oleh para senior. Dan kami pun berusaha menyembuhkan kawan saya si jia yang pinsang.
Karena kawan saya telah siuman maka kami pun melangsungkan acara yang teristimewa bagi saya dan kawan-kawan sahabat alam yang lain yaitu pembayatan. Tepatnya pukul 06.30 WIT terdengar lantunan lagu salawat badri oleh para senior, begitu bergetar hati saya mendengar lantunan tersebut sampai-sampai tak tertahan saya pun meneteskan air mata kebahagiaan. Sang bendera pun berkibar di tengah kesedihan yang meledak maka pembayatan pun berlangsung, dan pada hari itu pun kami di kukuhkan menjadi angota kadal adventure club (KAC) oleh penasehat organisai yaitu senior Aulia dan di saksikan oleh SEKUM KAC dan para senioritas lainya. Kami pun di beri selamt bergabung bersama KAC , dengan nama angkatan..’’ BOYAAN SEITH’’. tepatnya hari Minggu tanggal o1 january 2012 pukul 06.30 WIT bertempat di pantai boyan, Desa seith kami di bai’at menjadi anggota muda kadal adventure club.
Salam Rimba untuk Sahabat Alam..!!!
H- 1 Minggu 25 Desember 2011
Sang mentari membentang di cakrawala memancarkan sinar-sinar kemasanya pertanda pagi yang dinanti telah tiba. tepatnya tanggal 25 Desember 2011 adalah hari pertama berlangsungnya Diklat Ruangan, kali ini sasarannya ARBES ke-7 Diklat ruangan berlangsung.biasanya diklat ruangan di selenggrakan dalam ruangan tetapi kali ini tidak menutup kemungkinan kali pertama diklat di selenggarakan di alam terbuka.
Tepatnya pukul 07.00 WIT saya bertolak dari ruma menuju Arbes, mengigat kantong saya menipis akhirnya jalan kaki adalah pilihan saya, sebelum berpamitan kami menyiasiapkan alat-alat yang di perlukan pada saat diklat missal; pulpen, buku tulis, itu yang lebih penting. Syukur si Nabil serumah dengan saya akhirnya kami menuju arbes bersamaan, dan tak lupa menggenakan kaos putih sebagai kaos dinas diklat segitulah.
Jarum jam menunjukan 08.00 WIT setibahnya di jembatan ARBES, terlihat senior Anti menanti kami, saya dan nabil pun bersalaman dengannya mumpung kawan-kawan saya yang lain telah ada maka kami pun melanjutkan perjalanan menujuh Arbes ke-7. Dalam perjalanah menujuh tempat tujuan terlihat kecapean pada wajah kawan-kawan saya yang cewek namun itu terlihat sebagai segelintar semanggat yang membakar harapan, dan akhirnya kami pun tiba. di Arbes ke-7. begItu terkejut saya menatap keindahan alam yang begitu indah. Seliri angin meniup tubuh saya seakan terasaan ibarat suguhan angin bak alakadar setibah saya dan kawan. Ini adalah kali pertama saya menginjak tempat ini, pohon-pohon pun terlihat sama halnya seakan menunduk memberikan penghormatan kedatangan kami, beristrahat sejenak kemudian di lanjutkan dengan acara pembukan diklat yang dihadiri anggota kadal serta SEKUM mewakili KETUM pada saat memberikan sambutan serta membuka dengan resmi kegiatan diklat tersebut.
Selanjutnya di lanjutkan dengan pemberian materi oleh para senior,materi yang pertama kami dapat adalah ’’ Kepemimpinan alam terbukan’’ oleh senior Nuzul.A. Lulang (Galang), jarum jam menjukaan 10.00 WIT materi berlangsung. Kami pun dengan antusias mengikuti materi tersebut , dimana materi tersebut di maksu agar kita memeliki keteguhan hati dan mampu mengendalikan diri kita dan orang lain ketika kita di percayai sebagai seorang pemimpin di tengah lingkungan kita. Metode yang di pakai system diskusi, dan lebih seruhnya lagi saudara pemateri memberikan kesempatan bagi kami agar tampil kedepan agar mengusulkan pendapatnya masing-masing dengan maksud apakah apa yang kita sampaikan itu dapat mempengaruhi orang lain atau tidak. Dengan keberania dan semangat yang menggih akhirnya saya tampil ke depan mewakili kawan-Kawan untuk menyampaikan pendapat saya, dan akhirnya Alhamdulillah apa yang saya sampaikan di sanggah dengan baik oleh kawan-kawan saya.
Jarum jam menjukan 11.00 WIT materi pun berakhir dan kami pun beristrahat sejenak memulihkan stamina kami.dalam pengistrahatan kami di bagi menjadi dua kelompok oleh senior Aulia, dan saya di percaya memimpin satu kelompok, kami di bagi lima orang satu kelompok karena jamlah kami saat itu lumayan banyak, totalitas kami berjumlah 12 Calon anggota namum hanya 10 cang yang hadir saja diataranya, kawan jasjus, si pinsang (Jiia), Nebi,dan hajar dan yang lain di kelompoknya ipul. kami di suruh membawa yel-yel masing-masing kelompok oia, saya masi ingat betul bait-bait..” Tidak ada yang enak, tidak ada yang nyaman,selain alam terbuka… salam rimba. ‘’sesudahnya itu dilanjutka dengan materi selanjutnya ‘’Sosiologi pedesaan’’ oleh senior Suharni materi yang ia sampaikan dengan metodi diskusi, asensi dari materi ini bagaimana kita mempelajari psikologi masyarakat agar kelat kita terjuna dalam lingkungan masyarakat kita tidak terkontaminasi,karena kita adalah bagian dari masyarakat. Materi berlangsung pukul 12.00 WIT dan berakhir 01.00 WIT dan pukul O2.OO di lanjutkan dengan materi yang ketiga ‘’ Teknik surat menyurat “ oleh Senior Aulia Atamimi dan kami pun di latih menulis surat, materi Berakhir pukul 03.00 WIT akhirnya kami pun beristrahat sejenak menanti suguhan makana dari para senioritas, yang menjadi juru masak saat itu dari angkatan Nifsu yaitu senior kiky.
Jarum jam menunjukan 03.30 suguhan makan terlihat tergeleta di atas bebatuan daun pisang sebagai pengalasnya, do’a pun di terdengan dan kami pun mulai makan namun yang membuat kami semua tersentak makana yang kami kunya tidak dapat menelangnya sebab nasinya setengah matang ini adalah kesalahan juru masak, tapi alhamdulilah kami pun menyelesaikan makan tersebut. Sesudah makan kami beristrahat sejenak dan kami pun mengikuti materi yang terakhir karna mengingat diklat ruangan hanya sehari. Materi yang terakhir adalah “ Manejmen perjalanan” oleh senior Fandy, materi pun berlangsuna kami pun antusias mengikutinya, asensi dari materi ini adalah bagaiman perencana kita dalam sebuah perjalan, misalnya dalam sebuah pendakian yang harus dipersiapkan adalah logistic, mendeteksi tempat yang di tujuh missal, temperature, persediaan air,dll. Materi pun di berakhir pukul 05.00WIT
sesudahnya kami pun bersiap kembali keruma masing-masing.
Salam rimba untuk sahabat alam..
Bye-bye….
Diklat Lapangan
Kawanku hari yang kita nantikan telah tiba, terlihat sahabat alam sebuk menyiapkan logistic persediaan masing-masing tak ketinggal saya mengambil bagian dalam kesibukan itu. Mumpung dompet saya terlihat selembar raja dunia tertidur lelap, akhirnya ini adalah saat yang tepat ia bangun.
Arloji di kamarku yang kusut berdering tepatnya pukul 07.00WIT, Henphone bergetar terlihat pesan singkat ‘’ posisi..? nak2 su kumpul..BY Abg Galang. Tampa tunggu perintah kebetulan si ipul di ruma saya juga. Saya, nabil dan ipul melucur ke batu merah di kediaman senior Aulia untuk menyipkan persediaankami. Kebetulah hari jumat maka di tundah keberangktanya ba’dah jumat , pukul 16.40 WIT pekingan sudah siap maka kami berdoa dan melanjutkan perjalana menujuh terminal angkutan seith. Saya sedikit kesal hanya kami berempat yang hadir sisanya tidak ikut serta tapi tidak apa-apa dalam hati saya berkata mungkin kami berempat yang di ilhami untuk kadal saya selalu percaya itu. Setibahnya di terminal langsung naik angkutan menujuh seith..
H- 3 Jumat 3O Desember 2011
Roda angkot pun masi berputar kencang kawan saya si jia tertidup lelap di pundak saya, saya sangat menikmati perjalanan ini sangat menyenangkan karena ini adalah kali pertama melewati perkampungan ini, perkampungan ini masi terlihan hijau dengan keanekaragam biomanya. Jarum jam menjukan 18.56 WIT roda angkot berhenti kawan saya terlihan terheran lalu ia pun bertanya ‘’ sudah sampai di mana..?? ‘’ kaitetu.’’. saya kaget mendengar jawaban itu.padahal senioritas kami sudah merancang scenario tersebut , mereka mengiginkan kami traeking dari kaitetu samapai pantai boyan seith tujuan melati mental dan fisik ,kami pun mengiyakan saja keinginan tersebut sebelum mealnjutkan perjalanan kami berdoa yang di pimpin saudara korlap Alif. G.Hayoto dan taklupa kami mengambil dokomentasi, kami pun di damping senior Lasu dan josan mereka mengatakan kepada kami bahwa inilah materi sosiologi pedesaan berfungsi dimana kita menjaga wibawah kita serta menghormati sesama , intinya menyapa siapa saja yang kami melihatnya kami pun mengiyakan seruan tersebut dan mulailah melanjutkan perjalanan.
Perjalanan yang panjang kami lewati begitu saja, selangkah demi selangkah kawan saya jia terlihat kecapean kami pun beristahat sejenak pukul 20.10 WIB kawan saya ipul dan si nabil pun melepaskan beban kerelnya mumpung kerel hanya dua pasang maka giliran pertama adalah mereka berdua, perjalana pun berlangsung yang membuat kami tersentak si korlam meneriakan cengkreng kami pun mengikuti dan menyedihkan lagi kami di suruh sith up, push up dan skotjam dengan istilah satu set dan sesudah itu kami di suruh mencium tanah lalu meneriakan ‘’ saya cinta kadal’’ jujur saya ketika saya meneriakaan itu perasan saya kesal bercampur bangga, kesal karena beban kerel yang begitu berat dan bangga karena hanya kami yang di ilhami untuk kadal. Dan yang saya banggah dari kadal adalah kebersamaanya,kawan teman yang cewek kalau kami berjalan dimana saja ia tidak bisa di posisi depan dan belakang jikalau ketahuan maka tidak tau mau berkata apa. system set pun berlangsung mengiringi perjalana kami. Dalam perjalan kami beristarahat terhitung tiga kali,dan tepat pukul 22.12 WIT kami pun tiba di lokasi diklat. Terlihat para senioritas menanti kami dari tadi, teriakan cengkring pun terdengar kami pun cengkring sejadinya kami di suruh berjejer dan mata kami pun di ikat keras-keras tujuanya melati filing kami yang pekat terhadap kegelapan, jujur saya blank pada saat mata saya di ikat yang menyebalkan lagi kami di suru lapor sampai suara serak ibarat pita suara kami hamper copot, tapi tidak apa-apa saya menikmatinya kawan, kemudian dalam keadaan mata tertutup kami berjalan kurang lebih 50 m kemudian sampai di pos kedua kami di suruh mengikuti apa yang di perintah oleh senior Aulia dan ada sabuah filosofi yang di lontarkan ‘’ saya berpikir, saya rasa pasti bisa’’ bagi saya ada makna yan terkandung dalam filosofi tersebut sehinga saya semakin bersemangat dengan pilihan saya. Dan kami pun menuju pantai dalam keadaan yang sama, sesampai di pantai kami pun membuka mata, suasanya nyaman kemudia kami di suruh membuat bifak untuk peristrahatan kami. bifaknya siap tepat pukul 01.15 WIT, karena kami sedang lapar kami pun di suruh lapor dan siap makan, kawan yang saya bangga dari kadal adalah kebersamaanya makan yang pertama kami di suruh suap dan menyuap sesama kawan-kawan saya dan akhirnya makan pun selesai kami pun membersikan alat makan kami di sungaI bersama-sama.
Dengan Kondisi tubuh kami saat itu ibatnya sebelah anggota tubuh sudah di ranjang namun, karena akan di lanjutkan dengan penyampaian materi ‘’ Sejarah kadal adventure club’’ oleh Senior Aulia kami memaksa mengikutinya tepatnya pukul 02.15 WIT materi pun bersangsung karena dengan kondisi setengah sadah pemateri tidak terlalu menyita waktu kami dan akhirnya materi pun selesai pukul 03.00 WIT, kami sangat kelelahan sekali dan harapan kami hanya satu semoga bunga tidur menghapus kelelahan ini. Hanya keheningaan dan kedinginan malam menggongong harapan kami..
Salam rimba untuk sahabat alam..
Good night...
H- 2 Sabtu 31 Desember 2011
Dingin yang tajam tertusuk kulit terasa nyeri mati masi tertutup rapat terdengar teriakan menghalus di telingan tepatnya pukul 06.03 WIT, teriakan melibihih kedinginan pagi..cang hitungan ke 10 semuanya berdiri di hadapan para senioritas, tanpa menunggu merinta kami pun berlari sejadinya menuju para senior. Seperti biasanya ketika kami di panggil lapor itu tidak bisa di lepas pisahkan dari kami. Kami di suru berbanjar kemudian lari-lari kecil di lanjutkan dengan senam pagi dalam menggerakan anggota tubuh kami terasi kaku sebab udaranya dingin sampai-sampai kami tak mampu menahan gejolak tersebut, senam pun berakhir kami pun di suru berbalik kiri posisi menghadap air laut kami di buat terheran-Heran oleh para senior meraka memerika barang-barang yang anti air dan menyerahkannya kepada mereka, kami pun mulai sadar apa yang di inginkan. Terdengar suara .. mulai hitungan ke sepuluh semuanya dalam air dengan posisi hanya kepala saja yang terlihat di atas permukaan . kawan yang menyedihkan lagi ini adalah kali pertama kami mengalami hal ini, kawan kami terlihat ibarat masyarakat kita zaman penjajaha tapi kami selalu menikmati itu menjadi komitmen bersama hanya demi satu nama cita-cita kawan.kami relah melakukan apa saja walaupun raga ini di cabik-cabik namun suara komitmen dan selalu siap melebihi rintangan , tantangan di depan mata. Tangan kami menggegam satu sama lain mulailah nyayian Indonesia terdengar kaku dari mulut kami yang tulus , jujur kawan ketika saya menjiwai nyayian itu tak sadar air mata pun terlinang, dan saya pun bertambah semangat dengan lantunan bait puisi dari kawan nabil dan saya sendiri ‘’ Di luar sana pasir, di luar sana debuh, angin bertiup saja lalu terbang, kawan menarilah, dan teruslah menari hanya kita yang tau karena kita satu’’ kami pun semakin bersemangat dengan lantunan puisi itu, kemudian kami pun dengan posisi tiarap di garis pantai merayap kurang lebih sepuluh meter, sang ombak pun menghempas tubuh kami dan tak ketinggalan sistem set pun di ikut sertakan kawan tetapi kami selalu menikmati apa yang komitmen bersama sesudah itu kami pun berjalan mengikuti garis pantai menujuh sungai, kawan ini adalah kisah yang takan pernah terlupakan, jujur ketika saya menguras kembali cerita ini dalam laporan ini saya meneteskan air mata ini adalah pengalaman yang menyedihkan dalam kehidupan saya, jikalau ada yang menanyakan kejadian yang teristimewa dalam hidup saya, saya akan menyatakan ketika saya di lahirkan dan ketika saya diklat kadal. Kami berjalan melewati sungai tubuh kami bergetar tanpa irama karena kedinginan, kami pun dengan posisi yang sama hanya kepala saja yang terlihat di atas permukaan air ketika kami di Tanya dingin maka kami pun di suruh set dengan alasan agar tubuh kami hangat. Dan menyedihkan lagi ketika kami di Tanya lapar, dengan posisi menggegam tangan dalam air hanya kepala saja yang kelihatan, mie instan di taburkan dan terbawa arus air lalu kami di suru buka mulut dan menelan setiap mie yang terbawa oleh air tampa yang ada yang terlewati, dan kami di suruh memberikan mie kapada kawa kami dengan mulut Dan menyedihkan lagi ketika kami di suruh lapor dengan nama lapanga saya lupa dengan nama lapangan saya ‘’ om ondos’’ dan saya di suruh senior Galang naik di atas batu yang agak besar lalu melapor sampai-sampai suara saya serak. Kemudian kami di di perintahkan naik ke atas permukaan lalu berjejer kemudian para senior menyuruh kami mengofor mie yang kami makan lewat mulut ini agar kami di lati kebersamaa dan air yang kami kumur-kumur di masukan ulang ke dalam dan kami di perintakan minum air tersebut.
Saya bangga dengan kawan saya si jia walaupun dengan kondisi sakit sejadinya ia dengan komitmen menerima semua intruksi dari para senior, kawan sasarannya adalah kami di lati mental dan fisik kami, kami selalu percaya bukan mereka yang menyeleksi kami tapi alamlah yang menyeleksi, jarum jam pun menunjukan 07.00 WIT suguhan kopi hangat pun menghapiri hanya ini adalah cara yang tepat menghangatkan tubuh kami yang kaku karena kedinginan kemudian di lanjutkan dengan pemberian materi ‘’Survival’’ oleh senior Aulia, asinsi dari materi ini bagai mana kita dapat bertahan hidup di alam terbuka materi ini langsung praktek kami pun mengikuti dengan antusias materi berlangsung hingga akhirnya kami di suruh mencari makanan yang dapat di makan dan membuat bifak sendiri serta membuat ranjah agar menagkap hewan untuk persediaan makan di hutan yang luas.
Praktek pembuatan bifak pun berlangsung kami saling gotong royong dan takan ada kata lelah sedikitpun dan akhirnya bifak kami pun selesai, karena kami terlihat lapar kami bersiap melapor dan siap makan. jarum jam menunjukan pukul 12.50 cicipan alakadar pun selesai dan seperti biasanya membersikan alat makan kami yang terbuat dari daun pisang. Kemudian kami beristrahat sejenak kemudian menungguh insrtuksi selanjutnya, kami di kejutkan dengan intruksi para senior mereka memerintah kami mengikuti senior ama yang jaraknya 100 m dari kami, ketika kami sampai kemudian melapor tujuan kami dan siap menerima instruksi selanjutnya ia menyuruh kami set di tengah garis pantai ini hal yang sangat menyebalkan tapi kami nikmati saja kemudia kami di perintahmenujuh senior yang lain sama halnya system set tidak ketinggalan karena kami melakukan kesalahan kami di perintah cengkeng berlawana arus air ini sangat menyedihkan kemudian kami di di hukum 40 system set ketika kami tertawa mereka menyuruh kami gigit batu ini sangat menyedihkan, belumlagi pakaian yang kami genakan berbasahan 2 kali 24 jam kalau tidak salah,karena mereka mengasihani kami, kami pun berjemuran sejenak dan di lansungkan dengan penyampaian materi ‘’ Rock c lembing( R.C)’’ oleh senior Santos hinggah pukul 02.00 kami pun beristrahat sejenak memulihkan stamina kami.
Kami kembali ke bifak untuk beristrahat, saya terkejuh melihat kedatangan dua orang teman kami( si jasjus dan ramdan) kami pun menyapa mereka dengan salam rimba. Kemudian kami di panggil oleh para senior mereka menanyaka pendapat kami tentang kedatangan kedua teman kami karena dengan jiwa kebersamaan yang suda tercenang dalam jiwa kami, kami pun menerima mereka dengan sifat toleran dan mereka pun menerima intruksi dari para senior dan kami pun memanfaatkan waktu yang luang itu untuk bersantai.
Ketika kedua kawan saya telah mendapat geliran hukumanya kami pun di panggil bersama membentuk barisan panjang. Lalu kali ini adalah kami bermain gems yang di panduh oleh senior aulia, bentuk permainanya kami di suruh menebak kartu poker jikalau ada di antara kami yang benar maka ia mempunyai hak memberikan hukuman pada kami, dan yang menyebalkan kawan nabil di perintahkan buka baju setengah, ipul melepaskan baju semuanya, si jia seperti biasa,ramdan sama seperti ipul, jasjus seperti nabil sedangkan saya lebih fatal lagi saya di suruh melepaskan celana dan berdiri di hadapan para senior dengan mengenakan celana dalam dan pada akhirnya kami semua melepaskan dan kami pun di perintahkan semua terjun ke air laut tepatnya pukul 07.30 WIT udara nya sangat dingin dan kami pun seperi biasanya di suruh menyanyikan Indonesia raya di tengah laut yang suhunya dinggin. Kemudian kami pun di panggil dan diperintahkan m erendam dalam air kecuali si jia karena kondisinya kedinginan dan menyedihkan lagi kami pun di perintahkan merayap ke semak-semak yang gatal kemudian karena si jia kedinginan kami pun menghangatkanya dengan pelukan dan menyebalkan lagi senior galang menampar kami dengan sendal eiger samba berkata ‘’ kamu kira pencinta alam itu gampang ka’’ dengan kata itu kami lebih bersemangat karna bagi saya hanya kami adalah orang-orang pilihan unuk kadal.
Para sahabat alam terlihat sibuk ada di antara kami yang berusaha menyalakan api dalam keadaan kedinginan, si jia terlihar serius mempelajari ulang materi-materi yang telah kami dapat, dan tak ketingalan si opa cak berdandang di tengah hutan yang gelap gulita itu. Tepatnya pukul 10.00 WIB mengigat kami sudah lapar kami pun siap lapor untuk makan, begitu kaget makan yang kami makan terasa asin kami pun makan sejadinya. makan pun selesai kami pun di suruh kem bali bifak untuk beristrahat mumpung karena hari ini adalah hari akhir, para senior di kumpulkan oleh SEKUM( Ka echa) untuk menyusun strategi apa yang kami terima sebentar, karena dengan keadaan lemas kami pun tak menghiraukan perencanaan strategi tersebut bagi kami adalah tidur itu lebih penting saat itu.
Salam rimba untuk sahabat alam…
Good night….
H- 1 Minggu 01 Januari 2012
Hujan pun menyertai sang malam yang dingin, para sahabat alam tertidur lahap di sela-sela rintihan hujan serta udara dingin yang seakan membatu terdengar suara yang menghalus di balik telingan ..’’ om ondos’’ suara yang taka asin lagi terlihat di depan mata sang korlap yang gagah pemberani berdiri di hadapan kami. Ini adalah saatnya untuk bereaksi saya pun mendapan giliran pertama,kata orang pertama itu adalah yamg terbaik.tepatnya pukul 04.00WIT pakain kebesaran pun saya genakan walaupun basah kuyup, dalam perjalana menuju pos satu jantung ku berdetak kencang di tambah dengan dingin yang menjadi dinggin. Kurang lebih jarak saya dengan pos satu 3 m teriakan cengking pun melibihi jarak itu saya pun mengikuti dengan teriakan..’’aku cinta kadal’’ berulang-ulang kali, saya tersentak dengan teriakan merayap pakain putih pun mengalami metamof keabu-Kemerahan sambil meneriakan ‘’aku cinta kadal’’ merayap sejadinya menjuh arah senioritas kemudian saya di suruh berdiri dan melapor sampai-sampai pita suara saya putus. Tapi saya selalu menikmati, kemudian system set pun tak ketinggalan sambil meneriakan aku cinta kadal. Karena para senior mengetahui saya anak civitas green black mereka pun menyuruh saya orasi, maklum organisasi retorika kata mereka dan menyedihkan lagi mereka menyuruh saya merayu pohon katanya itu seorang cewek cantik. Saya masi menghafal persis wajah mereka si josan yang galak, si ama terlihat super galak bahkan si ira tak kala galaknya.karena saya adalah orang pertama mereka tak menyita waktu saya tapi dengan syarat mereka menitip setangkai bunga agar memberikan kepada senior nur di pos dua.
Terlepas dari posnya para super galak saya pun melanjutkan ke pos dua, dalam perjalan menujuh pos kedua saya di temani sang korlap yang super baik, kurang lebih jarak saya dengan pos kedua 20 m teriakan cengkreng pun melebihi jarak tersebut sambil meneriakan ‘’ aku cinta kadal’’ berulang-ulang. Tibah pos kedua lang melapor sama hal di pos pertama sampai suara saya serak dan tak lupa system set pun ada di pos kedua kemudian persembahan bunga pun di terima oleh senior nur, dan ia pun menyuruh saya ke senior lasu yang posisinya di lemba sungai sya pun di suruh senior lasu duduk dalam air ia menasehati saya mumpung di pos kedua hukumanya tidak begitu berat saya pun di suru menujuh pos ketiga sambil meneriakan ‘’aku cinta kadal’’sampai di pos ketiga.
Begitu hati saya senang dan bersemangat di pos kedua, kedatangan saya di pos ketiga sangat menyebalkan karena para senior di pos ini mereka bisa di katakana supur chuek, ketika saya melapor sampai suara saya yang terdengar kuat bahkan predator hutan mendengar pun mereka lari tergapa-gapa sedangkan merekan tak menghiraukan teriakan itu malah bagi mereka teriakan tersebut menina bobokan mereka, jujur saya sangat kesal dengan perlakuan ini tapi saya selalu menikmati. Dan akhirnya mereka pun bangun dan mulailah membuka suara ‘’..haa.. ada tamu..kata senior galang yang super chuek, ..’’ paling mangantu eee.. kata senior aulia… sedangkan senior santos pura-pura tidur sejadinya. Dan saya pun di suruh masuk kedalam air hanya kepala yang kelihatan, dalam kedaaan dingin membatu merekan tak menghiraukan kalau saya dalam air, mereka saling berbincang seakan melupakan saya dalam air, saya sangat kesal kemudian mereka memanggil saya naik kemudian mereka menanyakan saya dingin atau tidak, saya katakana dingin mereka menyuru saya set. Karena sya dingin saya di persilahkan duduk di hadapan mereka. Yang terkesan di pos ini saya meneteskan air mata sebelum mereka menyuruh saya menyayikan lagu kasih ibu, karena bagi saya perjuangan saya begitu sakit dengan kondisi ini dalam komotmen saya kadal harus menjadi kepunyaanku.karena saya kedinginan mereka menyuguhkan segelas kopy dan sebatang rokok, saya pun menikmati pemberian itu dan kini harus melanjutkan ke pos yang terakhir.
Dalam perjalan menujuh pos keempat teriakan ‘’saya cinta kadal’’ menyertai derat langka kaki, setibahnya di pos ini bagi saya inilah pos yang menyedihkan di antara pos-pos yang ada. Sangat-sangat memprihatinkan, menyebalkan pokoknya kesemuanya di pos ini. Ketika saya melapor ibarat merekan tak memiliki telingan saat itu, ucapan salam yang kami ucapkan kami sendiri yang membalas ucapan tersebut sangat menyebalkan.di pos ini kami di evaluasi terkait materi yang kami pelajari, saya di suruh masuk kedalam air hanya kepala yang terlihat di permukan lalu melapor hingga berkali-kali, dan menyedihkan lagi system set kali ini dalam air posisi kepala menyentuh dasar air dan tidak di perkenangkan menguca muka walaupun air masuk ke dalam lubang hidung kami tidak di perkenangkan menguca sekali pun. Karena senior yahya civitas green black juga maka saya di perintahkan melafalkan tujuan HMI yang bukan subtansinya di kadal ini, tapi saya mengikuti instruksi tersebut. Dan saya pun di suruh orasi dalam air yang takala dinggin itu. Karena giliran saya telah selesai maka saya di perkenalkan duduk di atas bebatuan dan saya pun berkesempatan menghangatkan tubuh saya dengan sebotol cap lang kepunyaan senior Sekum (Elsa) kebetulan berada di posisi pos ke empat. Saya di suruh menyanyikan lagu kepunyaan semy krispati menantikan kawan-kawan saya yang lain.
Karena mumpung kawan-kawan saya semuanya telah ada maka saya pun di perintahkan bergabung dalam air, tak terlihat si jasju katanya ia mengundurkan diri di pos pertama. Dalam benak saya berkata mungkin hanya kami berlima yang di takdirkan untuk kadal.ada sebuah kenangan menyedihkan yang tak terlupakan dari benak kami yaitu, ketika kawan saya si jia pinsang kami memikulnya dalam air dengan posisi hanya kepala saja yang terlihat dan menyebalkan lagi para senior mencoba melepaskan si jia dari pundak kami, mungkin ini adalah denamika yang sifatnya senetron, tetapi kami berusaha sekuat tenaga agar ia tidak lepas dari pundak kami, saya bersedih sampai-sampai meneteskan air mata tak tahan dengan ucapan kawan saya si opa cak..’’.. woee ini katong pu sudarah..’’ dan tak tertahan lagi amarahnya kawan saya si ipul ..’’ bammmb…’’ namun dapat di cegah oleh para senior. Dan kami pun berusaha menyembuhkan kawan saya si jia yang pinsang.
Karena kawan saya telah siuman maka kami pun melangsungkan acara yang teristimewa bagi saya dan kawan-kawan sahabat alam yang lain yaitu pembayatan. Tepatnya pukul 06.30 WIT terdengar lantunan lagu salawat badri oleh para senior, begitu bergetar hati saya mendengar lantunan tersebut sampai-sampai tak tertahan saya pun meneteskan air mata kebahagiaan. Sang bendera pun berkibar di tengah kesedihan yang meledak maka pembayatan pun berlangsung, dan pada hari itu pun kami di kukuhkan menjadi angota kadal adventure club (KAC) oleh penasehat organisai yaitu senior Aulia dan di saksikan oleh SEKUM KAC dan para senioritas lainya. Kami pun di beri selamt bergabung bersama KAC , dengan nama angkatan..’’ BOYAAN SEITH’’. tepatnya hari Minggu tanggal o1 january 2012 pukul 06.30 WIT bertempat di pantai boyan, Desa seith kami di bai’at menjadi anggota muda kadal adventure club.
Salam Rimba untuk Sahabat Alam..!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar